Masterclass Conducting via Twitter oleh Addie MS
Berikut ini rangkaian tweet mengenai conducting dari conductor kita Addie MS. Seperti kita ketahui seringkali rangkaian tweet yang berharga hilang begitu saja ditelan timeline, sehingga rasanya penting untuk mendokumentasikannya. Selamat membaca!
RT @addiems:
1. To begin with, conductor adalah the “ambassador” of the composers & “reperesentative” of the audience. Dia hrs mengawal naskah komponis..
2. Conductor berusaha menerjemahkan score/naskah yg dtulis komponis tanpa mengubahnya. Toscanini menyebutnya: come e scritto.
3. Stlh mempelajari naskah dg teliti, mmplajari aspek historis terkait dg karya tsb, cond. membentuk konsep artistiknya berupa interpretasi.
4. Interpretasi disini trmasuk penentuan tempo, konsep phrasing dll. yg prtimbangannya tdk bs lepas dr konteks waktu dmn karya itu lahir.
5. Cond hrs memilih musisi yg dilibatkan, merancang jadwal latihan, menyusun strategi latihan shingga bs trselenggara dg efisien n efektif.
6. Smua prsiapan cond sblm lthn tadi yg menentukan lancar/tdknya latihan. Jd, conductor “latihan” sblm latihan. Saat latihan, cond performs
7. Persiapan yg baik & penguasaan teknik conducting membuat lthn efisien n efektif. Maka, ada orkes yg latihan 10 hari, ada yg 2 hari.
8. Lucunya, kadang yg lthn 4 hari hasilnya lbh baik drpd yg 8 hari dst. Dgn musisi & repertoar yg sama. Kuncinya d persiapan n kesiapan cond
Krn itulah, ada ungkapan: tdk ada orkes yg jelek. Yg ada, cond yg tdk siap. There are no bad soldiers, just bad generals/officers.
9. Faktor musisi, hall, instrumen dll jg berpengaruh pd mutu performance. Tp cond pny hak menentukan strategi yg tepat u kondisi y ada.
10. Dgn daftar pemain yg ada pun cond sdh hrs menentukan repertoar yg realistis utk konfigurasi musisi tsb. Trmsuk mnentukan jmlh hari lthn. Read more…

