Archive

Archive for the ‘Tulisan’ Category

Free Jazz Dan Avant Garde

January 2nd, 2010 2 comments

Musik free jazz adalah perubahan dari musik jazz yang memiliki karakter yang compulsif. Berkembang pada tahun 1950-an sampai tahun1960an, pionernya adalah Ornette Coleman, Eric Dolphy, Cecil Taylor, Albert Ayler, Archie Shepp, Bill Dixon, Paul Bley, dan yang paling terkenal adalah hasil kerja John Coltrane diakhir hidupnya. Musisi pada era free jazz adalah Peter Brötzmann, Ken Vandermark, William Parker, John Zorn, George Lewis (Pemain Trombon) dan Derek Bailey (yang membuat gaya ini bertahan sampai sekarang). Ornette Coleman adalah musisi yang paling terkenal di era ini pada akhir tahun 1950-an, seperti album Something Else dan The Shape of Jazz to Come. Avant-Garde disebut juga dengan Free Jazz karena album yang dibuat Coleman pada tahun 1960 dengan judul A Collective Improvisation. Sebenarnya A Collective Improvisation hanya dimaksudkan sebagai nama album, tapi akhirnya menjadi sinonim gaya musik Jazz (yang sekarang dikenal sebagai gerakan dan style
jazz). Pada tahun 1960 musik jazz seringkali disebut dengan “Energy Music” atau “The New Thing”. Ini yang menjadi awal tonggak lahirnya gaya free jazz, dua lagu dari pianist Lennie Tristano (“Digression” dan “Intuition”) direkam tahun 1949; tapi kedua album tersebut tidak membatasi melody, harmony, dan rhythm. Kedua album tersebut sangat tidak menjaga harmoni konsonan, tetapi kedua album tersebut menganut aliran free jazz. Album dari Charles Mingus (Pithecanthropus Erectus, The Clown, dan Tijuana Moods) juga berpengaruh dalah perkembangnya free jazz.

Tidak ada definisi yang pasti untuk istilah free jazz karena banyak musisi yang memakai gaya Free jazz dengan istilah yang berbeda-beda atau kadang-kadang dicampur dengan genre lain. Dalam free jazz musisi sering tampil melebar dari konsep Free jazz karena kemampuan berimprovisasi secara bebas. Menurut pandangan orang banyak umumnya free jazz adalah musik yang cukup berisik, aggresiv, tidak harmoni dan umumnya penuh suara kemarahan dan kedahsyatan. Free jazz paling mudah dimainkan dibandingkan bentuk jazz yang lainnya, seperti gaya ragtime, dixieland, swing, bebop, cool jazz, jazz fusion dan masih banyak gaya yang lain. Musik Free jazz pada umumnya sering menahan dan mengayun tanpa aturan, dan sering menggunakan accelerando dan ritardando, sehingga bentuk rhythmnya seperti gelombang.

Musik Avant-garde jazz (avant-jazz) adalah gaya musik dan improvisasi yang mengkombinasiksn elemen dari musik avant-garde art dan musik tradisional jazz Avant yang bertumpang tindih dengan free jazz. Perbedaannya adalah pada penampilannya ada kehangatan. free” jazz pada tahun awal 1960-an tepatnya pada tahun 1958 dikenal melalui permainan saxophon Ornette Coleman. Tahun 1960 Ornette Coleman membuat  album “Free Jazz” bersama dobel quartet. Sekarang gaya Avant garde dapat dinikmati melalui pemainan saxophon Steve Coleman dan David S. Ware.

Categories: Sejarah Musik

Fusion Jazz

January 2nd, 2010 No comments

Music jazz adalah music yang sudah mendunia dan mempunyai banyak sekali aliran. Salah satu aliran music dari jazz adalah jazz fusion. Aliran jazz fusion, seperti namanya, adalah gabungan music dari jazz dengan berbagai jenis music lain. Banyak sekali aliran music yang dapat digabungkan dengan music jazz dan menciptakan jazz fusion yang sangat baik. Musik-musik seperti rock, electronic, funk, dan R&B kalau digabungkan dengan jazz akan menjadi sangat baik. Bahkan music pop, folk, dan juga music classic juga bisa bila digabungkan dengan jazz. Beberapa pemusik jazz fusion juga ada yang cukup berani untuk menggabungkan jazz dengan metal, ska, reggae, hip hop, dan juga music country.

Pada awalnya, tepatnya tahun 60an, jazz fusion mulai menggabungkan instrument elektrik rock dan juga soul serta blues yang ritmenya hampir sama dengan jazz. Mulai tahun 70an, jazz fusion berkembang sangat pesar dengan rock sebagai bahan fusion utamanya. Banyak sekali pemusik jazz fusion seperti Larry Coryell atau Billy Cobham. Bahkan album spectrum dari Billy Cobham adalah album jazz fusion yang paling laku dijual hingga sekarang.

Setelah itu, alirang funk mulai masuk kedalam jazz melalui Herbie Hancock. Bahkan Herbie Hancock diakui sebagai bapak music jazz-funk karena dalam jazz fusionnya, Herbie Hancock sangat sering mengeluarkan album jazz fusion. Sebut saja album crossing pada tahun 1972, album head hunters pada tahun 1973, serta album thrust pada tahun 1974. Bahkan Herbie Hancock juga dikenal sebagai pemusik jazz pertama yang menggunakan synthesizers sebagai salah satu alat musiknya.

Ketika memasuki era 1980an, jazz fusion mulai masuk ke arah yang lebih komersil. Pemusik seperti Lee Ritenour, David Sanborn, Bob James, Al Jarreau, dan juga Kenny G adalah para pemusik yang terkenal karena berhasil menggabungkan jazz dengan pop sehingga menciptakan music jazz fusion versi pop. Namun, jazz fusion versi pop ini lebih terkenal dengan nama smooth jazz. Hingga saat ini, Kenny G masih tetap produktif dan setia dengan aliran jazz fusion versi pop ini.

Dari pertama kali ditemukan, aliran jazz fusion telah banyak menghasilkan album-album berkualitas tinggi dengan banyak peminat. Contohnya album in a silent way yang diciptakan oleh Miles Davis pada tahun 1969. Lalu juga jangan lupakan album weather report pada tahun 1971 yang disuguhkan oleh grup band jazz fusion, weather report. Dari aliran jazz fusion versi latin, ada return to forever yang digawangi oleh Chick Corea meluncurkan album light as a feather pada tahun 1973. Jangan lupa karya Chick Corea yang lain yaitu Chick Corea elekric band pada tahun 1986 dan juga Eye of the beholder pada tahun 1987.

Categories: Sejarah Musik

Latin Jazz

January 2nd, 2010 No comments

Salah satu aliran jazz yang paling menarik adalah aliran jazz latin. Aliran jazz latin berusaha menggabungkan antara musik jazz dengan ritme amerika dan juga afrika. Kadang-kadan musik jazz juga digabungkan dengan berbagai harmoni musik latin klasik dari karibia, eropa, dan juga amerika serikat. Secara garis besar, latin jazz dibagi menjadi 2, yaitu Brazilian latin jazz dan juga Cuban jazz. Salah satu aliran terkenal dari Brazilian latin jazz adalah bossa nova. Sedangkan salah satu aliran yang terkenal dari Cuban jazz adalah fusion antara musik Cuban dengan jazz amerika sperti cubop.

Banyaknya penduduk keturunan amerika latin di amerika, membuat jazz latin mulai berkembang di amerika pada tahun 1940an. Salah satu pelopor musik ini adalah Dizzy Gillespie dan juga Stan Kenton yang memulai untuk mengkombinasikan ritme dan juga struktru dari musik afro-cuban. Mario Bauza yang menambah sentuhan dari duet Gillespie dengan Kenton dan juga menelurkan komposisi lagu jazz latin pertama di dunia yang berjudul Tanga pada tanggal 31 Mei 1943. Lagu tanga ini penuh dengan permainan instrument jazz dengan improvisasi solo yang berisikan ideology yang sangat kuat. Lalu pada tanggal 31 Maret 1946, Stan Kenton menelurkan karya Machito yang diaransemen oleh Pete Rugolo. Lagu machito ini dikenal luas sebagai musik jazz latin pertama yang direkam oleh musisi jazz asal Amerika.

Pada bulan September tahun 1947, giliran Dizzy Gillespie yang berkolaborasi dengan pemain machito conga bernama Chano Pozo dan memainkan afro-cuban drums suite di Carnegie hall. Kejadian ini merupakan konser pertama yang dilakukan oleh band Amerika yang memainkan jazz latin. Setelah momen ini, Chano Pozo terus bekerja bersama Dizzy Gillespie untuk menghasilkan karya orchestra lain seperti Cubana Be, Cubana Bop dan yang lainnya.

Perbedaan dari jazz latin dan jazz klasik sendiri terlihat jelas dari ritme yang dimainkan. Apabila jazz klasik lebih sering memainkan ritme yang mengayun pelan, maka jazz latin lebih suka memainkan ritme yang lebih langsung. Jazz latin juga menggunakan beberapa instrument perkusi khusus yang mungkin tidak ditemukan dalam jazz klasik. Instrumen perkusi yang biasanya digunakan untuk musik jazz latin adalah conga, guiro, timbale, dan claves.

Jenis-jenis latin jazz juga dipengaruhi oleh musik dari brazil. Sebut saja musik afro-brazilian seperti Lundu yang memodifikasi musik dari clave. Lalu juga ada aliran bossa nova yang melegenda. Bossa nova adlaah musik campuran yang berasal dari ritme samba yang digabungkan dengan musik eropa dan Amerika dari Debussy hingga jazz Amerika. Bossa nova sendiri diciptakan oleh musisi jazz asal brazil yang bernama Antonio Carlos Jobim dan Joao Gilberto serta Stan Getz dari Amerika pada tahun 1960. Lagu yang paling terkenal adalah The Girl from Ipanema.

Categories: Sejarah Musik

Era Post Bop

January 2nd, 2010 2 comments

Dalam sejarah musik jazz kata ‘bop’ digunakan untuk beberapa style generasi jazz, yaitu: bebop, hard bop, post bop, neo bop. Meski keempatnya menggunakan kata ‘bop’ berarti tapi mereka tidak berhubungan secara langsung. Tapi secara tidak langsung diantara keluarga ‘bop’ ini ada hubungan. Yaitu hard bop dan post bop lahir karena kritikan terhadap tren bebop. Tetapi kritikan tersebut bukan penyebab langsung karena jauh sebelum hard bop ada, sudah ada warna musik lain yang secara langsung merupakan ‘kritik’ atas tren bebop (akhir dekade ’40an), yaitu ‘west coast jazz’ (cool jazz) karena musisinya banyak berasal dari Los Angeles, California (daerah pantai barat AS).

Sedangkan  hard bop oleh kebanyakan orang diklaim sebagai reaksi para musisi jazz ‘East Coast’ (daeraah sekitar New York) atas populernya cool jazz. Jadi bukan reaksi langsung atas bebop itu sendiri. Hard bop mulai menjadi tren di pertengahan ’50an yang merupakan hasil intepretasi para musisi jazz generasi baru pada saat itu atas aliran bebop. Ciri-ciri dari aliran hard bop, tempo lebih lambat daripada bebop, progresi dari kord dan melodinya jauh lebih sederhana dan soul (tapi tidak seperti musik soul saat ini), bassline nya tidak harus walking bass (lebih sering memakai basslinenya musik soul). Hard bop memiliki waktu trend yang lebih lama, yaitu sejak pertengahan ’50an hingga akhir ’60an, dan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap style-style jazz sesudahnya. Pengaruhnya masih terasa pada era ’80an. Terutama saat musisi jazz era ’80an tersebut memainkan mainstream.

Hard bop merupakan awal pembentukan beberapa kreativitas yang baru, seperti gaya modal (Davis-Coltrane-Evans) dan soul-jazz (Horace Silver cs) yang disebut juga sebagai bagian dari ‘keluarga besar hard bop’. Pada era ini juga muncul istilah ‘standard jazz’, yang membawakan lagu-lagu non-jazz atau lagu pop dalam bentuk jazz.(musik pop disini bukan musik pop jaman sekarang, tetapi lagu pop berupa lagu-lagu kabaret).

Disaat musisi jazz yang sedang tren modal jazz, free jazz, dan sebagainya, muncul satu kelompok yang terdiri dari para musisi muda yang mencoba memainkan tradisi bop (bebop dan hard bop) dalam konteks serta intepretasi yang lebih moderen. Mereka memainkan karya-karya yang melodi, chord, aransemen, pilihan note saat berimprovisasi dan nuansanya agak berbeda dengan bebop atau hard bop. Kelompok ini dinamakan The Young Lions (Wayne Shorter cs), dan mulai memperkenalkan riff-riff atau comping non-jazz (di piano, seperti gaya funky & R&B) dan walking bass dengan bentuk ritmik pada drum yang lebih longgar serta bebas (tapi tak seperti free jazz). Walau hanya merilis satu album lalu bubar (’60an awal), The Young Lions dianggap membawa pengaruh yang beda dalam jazz. Terbukti banyak musisi senior mereka yang terpengaruh, misalnya Cannonball Adderly atau Art Blakey & Thye Jazz Messanger yang sering bermain dengan jenis musik dari Wayne Shorter cs itu, yang kemudian disebut ‘post bop’.

Post bop makin populer sebagai ‘musik jazz alternatif’ yang dimainkan para musisi jazz muda era ’60an akhir sampai sekarang jika mereka tidak mau memainkan fusion atau jazz rock, tapi memilih untuk bermain ‘mainstream’. Jenis Post bop sendiri semakin lama semakin meluas. Tak hanya dipengaruhi oleh soul, gospel, atau funky, tapi memasuki ‘era ’80an semakin banyak disisipi beat-beat rock. Atau di sisi teknis, musisi yang lebih sering bermain post bop, juga memasukkan bunyi-bunyian non-akustik, misalnya synthetizer, elektrik bass, bahkan sequencer.

Di era ’80an, ketika jazz dilanda musik fusion, crossover jazz, dan lain-lain, muncul sekelompok anak muda di New York yang dimotori kakak-adik Branford dan Wynton Marsalis yang bermain jazz seperti musisi ’40an-’50an, mereka membentuk band yang juga dinamakan ‘The Young Lions’ karena ingin mengikuti jejak Wayne Shorter cs yang muncul di tahun ’60an. Kelompok ini melakukan ‘pemurnian’ kembali pada jazz dengan memunculkan idiom-idiom swing dan bebop kembali ke permukaan. Bahkan Wynton melakukan eksperimen dengan memakai lagi gaya swing big band seperti Glen Miller, Artie Shaw, dan lain-lain. Hal ini membuat swing dan bebop kembali menjdai trend di kalangan musisi jaz muda saat itu. Generasi ini diberi sebutan yang baru yaitu neo-bop.

Categories: Sejarah Musik

Era Bebop

January 2nd, 2010 1 comment

Bebop adalah salah satu aliran music jazz yang mempunyai karakteristik untik berupa tempo yang sangat cepat dengan mengutamakan improvisasi pada struktur harmoni daripada improvisasi pada melodi. Musik bebop dikembangkan di pertengahan 1940an dan mulai dimainkan musisi terkenal dalam 2 tahun pertama di perang dunia II.

Pada era tahun 1940an, para penggemar jazz mulai meninggalkan music swing tahun 30an. Para musisi papan atas seperti Dizzy Gillespie, Bud Powell, Charlie Parker, dan Thelonious  Monk yang sangat terinspirasi dari generasi sebelumnya seperti Art Tatum, Ear hines, Coleman Hawkins, Lester Young, dan juga Roy Eldridge.

Bebop menggambarkan perubahan drastis dari music jazz era swing dengan karakter yang sudah dijelaskan diatas, tempo cepat, phrase yang asimetrik, melodi yang penuh dengan intrik, dan ritme yang benar-benar diubah secara drastic. Bebop sering tampak sebagai music yang nervous dan sering terputus dan terbagi. Tapi bagi hampir semua pemusik jazz dan juga peminat jazz di seluruh dunia, era music bebop diakui sebagai revolusi music jazz yang paling menarik dan indah.

Kebebasan yang ditawarkan music bebop dalam struktur musiknya benar-benar menentang kaedah music swing yang lebih ke arah aransemen music untuk orchestra atau band. Dalam music bebop, anda akan menemukan banyak sekali improvisasi individual dalam permainan chord dan alat musiknya. Bahkan ketika para musisi jazz sudah terbawa music mereka, jazz bebop akan memberikan anda sebuah improvisasi yang bersifat spontan dimana para musisi bahkan mungking tidak akan bisa mengulang improvisasi mereka dari awal hingga akhir. Disini adalah perbedaan paling besar dari music bebop bila dibandingkan dengan music swing. Penambahan kompleksitas dari melody yang dimainkan juga merupakan tren baru yang terdapat dalam jazz era bebop.

Pada kebanyakan permainan jazz bebop, ada beberapa instrument yang lazim digunakan. Instrumen-instrumen tersebut adalah saxophone, terompet, drum, bass, dan juga piano. Format awal dari jazz bebop ini dipopulerkan pleh duet Charlie Parker dan Dizzy Gillespie pada tahun 1940an. Permainan grup yang digawangi oleh Charlie Parker dan Dizzy Gillespie juga sering sekali menambahkan saxophone, gitar, trombone, atau biola dalam komposisi jazz bebop mereka. Meskipun hanya menjadi salah satu dari aliran music jazz, hingga saat ini jazz bebop masih dimainkan di seluruh dunia. Ciri khas berupa substitusi harmoni yang sangat kompleks serta improvisasi yang sangat bebas menjadi kesukaan dari banyak musisi jazz. Dalam semua pendidikan jazz, aliran dari jazz bebop ini dapat menjadi salah satu alternative untuk mengekspresikan diri.

Categories: Sejarah Musik

Swing Dan Big Band

January 2nd, 2010 No comments

Sekitar tahun 1920 dan awal tahun 1930, dansa filip merupakan dansa yang sangat populer di kala itu. Melodi yang mengiringi dansa ini harus lembut dan romantis, biasanya di iringi oleh sebuah orkestra. Orkestra tersebut di mainkan sesuai dengan apa yang dituliskan di suatu kertas dan penyanyinya harus menyanyikan dengan sangat lembut dan pelan (biasanya penyanyinya memakai suara tenor). Lalu music swing lambat laun meninggalkan orkestra string dan memilih untuk memakai yang lebih mudah, suatu aransemen yang lebih “seru” yang menghasilkan suara terompet dan instrumen yang memakai angin dan mengimprovisasi melodi.

Louis Armstrong menawarkan sudut pandang yang berbeda dalam sejarah swing, disiarkan secara mendunia oleh suatu acara di stasiun radio Bing Crosby. Crosby berkata, “kami memperkenalkan kepada anda seorang yang adalah master dari swing dan saya akan meminta tolong kepadanya untuk memberi penjelasan kepada anda tentang apa itu musik swing. Lalu beberapa saat louis menjelaskan, “ow, musik swing, ya kami semua menyebutnya ragtime, lalu blues, lalu jazz. Dan sekarang disebut swing.”

Pada tahun 1930an merupakan kelahiran musik swing. Efek yang baru ini lebih bagus dibandingkan pada tahun 1920an, tapi kalau ditanya mengenai musiknya, tentu membuat semua orang yang mendengarnya serasa ingin berdansa swing. Sebagian besar kelompok band yang beraliran jazz mengadopsi style ini di awal tahun 1930, tapi band yang bermain “manis” tetap menjadi band yang terpopuler di kalangan penari kulit putih sampai seseorang bernama Benny Goodman muncul di Ballroom Palomar pada bulan agustus 1955 dengan musiknya yang lebih “hot”.

Para penonton dari penari muda kulit putih sangat menyukai Ritme “hot” Goodman dan komposisi musik swingnya. Hot swing dan Boogie Woogie menjadi bentuk yang dominan dari musik amerika untuk sepuluh tahun ke depan. Lalu banyak bermunculan setelah swing ini menjadi populer. Sebagai contoh Bing Crosby dan Frank Sinatra memakai band swing untuk memberikan efek yang sangat bagus dalam musiknya dan tetap mempertahankan hal ini menjadi musik yang populer meskipun telah tiba saatnya era rock n roll.

Categories: Sejarah Musik

Musik Era Abad 20 Dan Kontemporer

January 2nd, 2010 1 comment

Musik era abad ke 20 dimulai pada tahun 1900 hingga tahun 2000. Sedangkan music kontemporer dimulai pada tahun 1975 hingga sekarang. Dari tahun 1975 hingga 2000 adalah masa dimana music era abad 20 dan kontemporer berjalan berdampingan. Musik abad 20 diawali oleh Claude Debussy yang mengusung gaya impresionis. Para composer benua America memulai karirnya dibidang music dan berjaya seperti Charles Ives, John Alden Carpenter, dan George Gershwin. Masih ada juga Arnold Schoenberg yang lulusan akademi Vienna yang mengembangkan teknik 12 nada. Alat music yang digunakan pada era ini terus digunakan hingga sekarang.

Banyak sekali jenis music yang berkembang pada abad 20. Contohnya adalah aliran ekspresionisme dari Schoenberg, neoclassical dari Igor Stravinsky, aliran futurism dari Luigi Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev, Antheil. Selain musik-musik tersebut, masih ada aliran microtonal dari Julian Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston. Lalu masih ada aliran sosialis dari Prokofiev, Gliere, Kabalevsky, dan composer dari Russia lainnya. Selanjutnya, Steve Reich dan Philip Glass mengusung music dengan harmony yang simple dan ritme minimalis. Musik bersifat konkrit dari Pierre Schaeffer dan music intitusif seperti Karlheinz Stochausen. Terakhir, ada music serialisme dari Pierre Boulez, music politik dari Luigi Nono, dan music aleatoric dari john Cage.

Di sisi lain, music kontemporer mengagungkan kesederhanaan. Tokoh terkenal dari aliran kesederhanaan ini adalah Wolfgang Rihm. Karya-karya dari Rihm sangat dihargai di Jerman. Karya-karya dari composer lain yang cukup dihargai adalah symphony no. 3 yang berjudul Symphony of Sorrowful songs dari Gorecki dan juga Cantus in memoriam Benjamin Britten dari Part. Selain itu, masih ada karya berjudul The Veil of the Temple dari Tavener dan juga Silent Songs dari Valentin Silvestrov.

Musik kontemporer bisa berasal dari segala tempat dan mempengaruhi gaya music lain. Contohnya adalah gamelan dari Indonesia, instrument tradisional dari Cina, dan juga ragas dari music klasik India. Jenis music seperti rock, jazz, dan juga pop sangatlah berkembang pesat. Hal ini mencatatkan banyak pencipta music yang berkualitas.

Pada era music kontemporer, banyak sekali festival music yang diselenggarakan untuk menghargai music. Sebut saja Ars Musica di Belgia, Bang on a Can marathon, Cabrillo Festival of Contemporary Music, Darmstadter Ferienkurse, dan Donaueschingen Festival. Selain itu, masih ada Gaudeamus Foundation music week di Amsterdam, Huddersfield Contemporary Music Festival, Peninsula Arts Contemporary Music Festival, dan Warsaw Autumn di Polandia. Masih banyak lagi festival film yang skalanya lebih kecil yang tidak bisa disebutkan. Perkembangan music kontemporer sangatlah pesat dan masih tidak ada tanda-tanda akan berakhir.

Categories: Sejarah Musik

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.