Archive

Archive for the ‘Tulisan’ Category

Agar Jam Session Jazz Anda Lebih Seru

May 30th, 2011 5 comments

Agar Jam Session Jazz Anda Lebih Seru
Oleh Indra Aziz

Saat ini kegiatan jam session jazz di Jakarta sedang ramai. Ada Mostly Jazz di Red & White Lounge Kemang setiap Minggu malam (follow @inlinemusic), ada Monday Madness di Largo Kemang setiap Senin malam (@largo_kemang), dan ada Sudden Jazz di Kopimerah Fatmawati setiap Selasa malam (@suddenjazz). Belum lagi jam session yang diadakan di sekolah musik seperti Institut Musik Daya Indonesia, dan jam session tahunan bersama musisi-musisi internasional dalam rangkaian acara Java Jazz Festival.

Jam session adalah saatnya para musisi bermain bersama tanpa ada perencanaan sebelumnya, tanpa latihan, mentah, bebas, namun tetap beretika agar pelaksanaannya menyenangkan bagi semua yang berpartisipasi. Nah, lalu bagaimana agar jam session lebih menyenangkan, berikut ini beberapa tips yang bisa anda simak. Read more…

Categories: Jazz, Tulisan

Perjuangan Sang Penyanyi Solo

July 3rd, 2010 2 comments

Setiap vokalis memiliki pandangan ideal akan bagaimana menjalankan karir musiknya. Dari semua pilihan karir seorang vokalis, baik itu menjadi pelatih vokal, vocal director, vokalis band, yang paling diminati adalah menjadi penyanyi solo (recording solo artist). Jalan untuk menjadi penyanyi solo tidak mudah, bahkan ketika kemampuan vokal seseorang sangat memumpuni, tidak menjamin ia bisa menjalankan karir sebagai penyanyi solo yang sukses. Berbeda dengan vokalis band yang segala sesuatunya dikerjakan secara bersama-sama dan mengandalkan teamwork.

Kasus #1: Joni si penyanyi.
Sebut saja Joni, seorang penyanyi yang sudah lama berkarir sebagai vokalis di band kafe. Ia bercita-cita menjadi penyanyi solo yang sukses. Vokal Joni cukup kuat, tetapi Joni tidak memiliki kemampuan menulis lagu, dan tidak bisa bermain instrumen untuk mengiringi diri sendiri. Harapan Joni menjadi penyanyi solo hanya satu, yaitu agar “ditemukan” oleh seorang produser, atau seorang A&R (artist & repertoire) perusahaan rekaman besar (mencakup manajemen artis) yang punya modal dan akan mengorbitkan dirinya. Konsekuensinya, Joni harus mau menjadi “produk” yang nasib musiknya disetir oleh si pengorbit. Ia akan “didandani” lalu musiknya diarahkan sedemikian rupa sesuai kebutuhan perusahaan. Read more…

Categories: Tulisan, Vokal

5 Manfaat Twitter Bagi Musisi

March 10th, 2010 5 comments

Twitter adalah jejaring sosial micro-blogging yang saat ini sangat populer. Jumlah penggunanya di dunia khususnya di Indonesia tumbuh pesat dalam setahun terakhir, dan terus tumbuh. Selain praktis karena hanya berupa status dengan maksimal 140 karakter, Twitter memiliki pertukaran informasi yang sangat cepat terutama dengan semakin mobile-nya dunia online, maka dari itu Twitter memiliki kekuatan yang amat dahsyat.

Pengguna Twitter berasal dari berbagai kalangan dan profesi, salah satunya adalah para seniman dan musisi. Saya sendiri adalah pengguna setia Twitter. Pada awalnya saya skeptis, tetapi setelah mencoba sendiri, saya akhirnya menyadari kekuatan dibalik Twitter. Berikut ini bagaimana musisi dapat mengambil manfaat dari situs jejaring ini.

1. Mendapat informasi terkini
Musisi perlu tahu apa yang terjadi di sekelilingnya, apakah itu info tentang festival musik terkini, album terbaru yang rilis, bahkan informasi musik yang sedang trend serta berbagai opportunity bisnis bagi band anda maupun anda sendiri, semua bisa didapatkan di Twitter. Tidak jarang juga lewat Twitter, anda jadi tahu rute jalan mana yang harus ditempuh di kala buru-buru menuju venue untuk tampil.

2. Mempromosikan diri
Seorang musisi perlu mempromosikan dirinya, baik itu dilakukan oleh manajemen, maupun perorangan. Contoh sederhana misalnya jadwal manggung, atau lagu baru anda. Twitter sangat ideal karena pesan yang anda sampaikan terarah kepada target yang tepat yaitu follower anda. Selain itu fungsi RT atau retweet pada Twitter dapat menghasilkan snowball effect, pesan anda bisa menyebar secara luas. Read more…

Categories: Tulisan

Apa Itu Jazz?

January 18th, 2010 6 comments

Pertanyaan yang sederhana bukan? namun jawabannya ternyata tidaklah sesederhana yang anda bayangkan. Menurut Wynton Marsalis jazz adalah musik yang swinging. Menurut Pat Metheny jazz bukanlah musik Kenny G. Sedangkan di sekolah dulu kita diajarkan bahwa musik jazz adalah musik yang berciri khas improvisasi dan sinkopasi. Semua jawaban di atas tentu saja benar. Anda bisa bertanya kepada 100 orang apa itu jazz dan anda mungkin akan mendapat 100 jawaban yang berbeda.

Jazz sebagai musik yang berkembang di Amerika memiliki nilai sejarah yang intens. Sejak awal berkembangnya di New Orleans, hingga jaman keemasan jazz di era 1930-an, hingga Charlie Parker saxophonist jenius yang menyulut kehadiran bebop.

Pada era bebop mungkin semua orang masih tidak terlalu banyak berdebat tentang apa itu jazz, karena jazz masihlah dalam bentuk orisinilnya yang jelas karakteristiknya. Namun sejak ranting-ranting perkembangan musik mulai melebar, saat musisi jazz mengadopsi musik rock ke dalam karya jazznya, lalu masuklah musik latin, R&B, serta musik elektronik, jazz telah terpecah-belah berkeping-keping. Maka mulailah muncul perdebatan mana musik yang bisa disebut jazz, mana yang tidak. Memang jazz adalah bentuk kesenian yang hidup dan berkembang. Jazz tidaklah statis. Read more…

Categories: Jazz, Tulisan

Kata-Kata Jujur Seorang Musisi Jazz

January 7th, 2010 4 comments

Yang akan anda baca berikut ini adalah beberapa tweet musisi/bassist jazz handal Indonesia Barry Likumahuwa. Isinya sangat berkesan bagi saya karena apa yang Barry tulis sering kali terlintas juga di pikiran saya. Tentang jazz di Indonesia, dan bagaimana berkarir di jazz adalah pilihan yang berat. Selamat membaca.

@BarryLikumahuwa
Banyak anggapan di Indonesia, Jazz itu musik org kaya atau kelas atas, I totally disagree.. Jazz kl di sejarah lahir dr tangisan budak2..

Indonesia menciptakan trend ky gt, sperti skrg dmn musik jazz seolah2 adalah ‘musik gaul’, bnyk org mendadak ngejazz, which is good!

At least org2 yg tdnya anti sm jazz, wants to check it out, just for the sake of being gaul. Tp pasti mrk tertarik utk mencari tau lebih dlm

Mereka yg tdnya cm tau Jamiroquai, mungkin mulai penasaran sm Roy Hargrove, pengen tau Joshua Redman, nyari2 album “Bitches Brew” Miles.. Read more…

Categories: Tulisan

Musik J-Pop

January 2nd, 2010 1 comment

Musik Japanese pop atau lebih dikenal dengan nama J-pop telah menjadi salah satu aliran musik yang digemari secara luas di Indonesia. Terlepas dari budaya Jepang yang berkembang luas di kalangan anak muda Indonesia, musik J-pop sendiri memang sangat enak untuk didengar. Namun sayangnya, meski sangat memfavoritkan penyanyi J-pop, tidak semua dari penggemar J-pop mengetahui sejarah dari terbentuknya J-pop.

Semangat dari J-pop pertama kali dikumandangkan karena keinginan para musisi Jepang untuk bersaing dengan musisi dari luar negeri. Bahkan saat ini, industry musik Jepang berhasil menjadi industry musik terbesar ke 2 di dunia setelah industry musik dari Amerika. Sejarah musik Jepang sendiri pertama kali disebut dengan ryukoka dengan Ichiro Fujiyama sebagai pelopornya ketika meluncurkan lagu dengan suara tenornya. Lalu, ada musisi Jazz Jepang bernama Ryoichi Hattori yang berhasil melambungkan lagu wakare no blues yang lebih terkenal dengan judul farewell blues.

Lalu, pada tahun 50an dan 60an, musik Jepang mulai banyak didengar oleh masyarakat. Dipelopori oleh Kyu Sakamoto yang pada tahun 1958 membuat debut di band The Drifters. Kyu Sakamoto sendiri diakui sebagai musisi Jepang pertama yang dianggap sukses dengan lagu ue wo muite aruko atau lets look up and walk. Lagu ini juga dikenal dengan judul sukiyaki. Bahkan pada tahun 1963 ketika lagu sukiyaki diluncurkan di Amerika, lagu ini menuai sukses yang sangat besar. Bahkan lagu sukiyaki berhasil menjadi yang teratas di tangga lagu Billboard Hot 100 selama 3 minggu dan juga menjadi yang teratas di Cashbox Magazine selama 4 minggu di Amerika. Sukses ini telah berhasil membawa J-pop ke level yang lebih lanjut.

Lalu pada tahun 80an, J-pop berkembang lagi ke era yang lebih baik. Dimulai pada tahun 1983 ketika Tatsuro Yamashita dan istrinya, Mariya Takeuchi dengan lagu Christmas eve yang menjadi nomor 1 di Oricon weekly single charts. Bahkan pada puncaknya di tahun 1989, Ryuichi Sakamoto berhasil memenangkan Grammy Award karena kontribusinya di film the last emperor.  Setelah itu, mulai banyak Japanese Idol atau biasa disebut J-idol memberikan kontribusi didalam sejarah J-pop. Sebut saja Southern All Stars, The alfee, dan Anzen Chitai yang memulai era band rock di Jepang. Bahkan The Alfee menjadi musisi pertama Jepang yang tampil secara live didepan 100 ribu orang di Jepang.

Pada masa kini, era J-pop beralih ke para diva yang cantik dan bersuara merdu. Sebut saja Utada Hikaru yang dengan album first love nya menjadi legenda dengan tidak kurang dari 7,650,000 album yang terjual yang menjadi album paling laris di sejarah Oricon. Lalu jangan lupakan fenomena dari Ayumi Hamasaki atau Hikki yang berhasil menjual tidak kurang dari 50 juta album di Jepang saja. Bahkan Hikki membuat J-pop tidak hanya untuk didengarkan tapi juga menjadi budaya baru Jepang di bidang fashion.

Categories: Tulisan

Bagaimana Cara Membaca Chord Chart Gitar

January 2nd, 2010 No comments

Artikel berikut ini diambil dari situs www.guitarchordsmagic.com dan digunakan dengan izin.

Topik yang akan dipelajari dalam tutorial ini:

-    guitar chord chart dan bagaimana membacanya
-    fingering chord

Jika anda ingin mempelajari bagaimana memainkan berbagai kord pada gitar, hal pertama yang bias anda lakukan adalah belajar bagaimana membaca chord chart gitar.

Sebuah guitar chord chart adalah sekumpulan diagram chord. Diagram chord adalah sebuah representasi visual dari sebuah kord gitar.

Berikut contohnya:

Berikut ini penjelasannya

Anda dapat melihat enam garis lurus vertical dan enam garis horizontal.

Garis vertical menunjukkan senar gitar. Garis paling kiri adalah senar paling tebal, senam 6 yaitu E rendah. Sedangkan yang paling kanan adalah senar yang paling tipis yaitu senar 1, E tinggi. Garis-garis di antaranya adalah A, D, G, dan B.

Garis horizontal dari bawah ke atas adalah fret gitar. Garis teratas adalah ujung neck, garis di bawahnya adalah fret 1, berikutnya 2, dst.

Titik-titik hitam pada diagram chord adalah penjarian.

Titik hitam artinya anda menaruh jari anda di situ (di antara dua fret) dan menekan senarnya. Chord chart di sini tidak menunjukkan jari yang mana untuk menekan senar yang mana, tetapi seringkali sudah cukup jelas menggunakan jari yang mana.

Titik yang polos menandakan open string. Dalam contoh di atas titik polos di atas senar G dan E berarti senar tersebut harus dibunyikan dalam keadaan terbuka (tidak ada jari yang menekan).

Senar yang tidak memiliki titik hitam atau putih TIDAK dibunyikan.
Huruf C yang berada di atas guitar chord chart menandakan nama akordnya. Dalam contoh ini kordnya adalah C.
Mari melihat contoh di atas lagi:

-    senar E rendah tidak ada titik, berarti dia tidak dibunyikan
-    senar A memiliki titik di atas fret ketiga, maka kita tekan di fret ketiga tsb. (tentu di antara fret, dan bukan di atas fretnya)
-    senar D ditekan di fret 2
-    senar G open
-    senar B ditekan di fret 1
-    senar E tinggi open.
Informasi lebih lanjut tentang kord dapat dilihat di the guitar chord theory tutorial. Ada satu hal lagi yang patut diperhatikan untuk membaca guitar chord chart. Perhatikan contoh berikut ini:

Anda melihat angka 5 di samping gambar. Itu artinya fret pertama untuk kord tersebut adalah fret ke-5 di neck gitar.
Jadi dalam contoh ini, kita memainkan:
-    tidak ada senar E rendah
-    senar A pada fret ke 5
-    senar D pada fret 7
-    senar G pada fret 7
-    senar B pada fret 6
-    dan senar E tinggi pada fret 5
ini adalah contoh dari guitar bar chord.

satu hal yang penting lagi adalah chord fingering atau penjarian pada kord. Seperti sudah disebutkan di atas, bahwa seringkali penjarian pada chord chart sudah cukup jelas, namun adakalanya tidak.

Jari-jari kita dalam teknik gitar dikenal sebagai berikut:

Artikel berikut ini diambil dari situs www.guitarchordsmagic.com dan digunakan dengan izin.

Categories: Teori Musik, Tulisan

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.