Archive

Archive for the ‘Teori Musik’ Category

Notasi Musik III – Time Signature

January 6th, 2010 No comments

Musik ditulis bukan di atas kanvas seperti lukisan yang terlihat, tetapi musik dilukis di atas ruang waktu, sehingga panjang pendeknya sebuah nada bukan ditentukan dengan ukuran centimeter atau kilometer, melainkan dengan berapa ketukan not itu berbunyi. Mari kita mengenal time signature atau tanda ketukan.

Nah, tandanya seperti gambar di atas. Tima signature yang paling familiar dengan kita adalah yang 4/4 (yang tengah) ketukan 4/4 hitungannya seperti ini: 1-2-3-4, 1-2-3-4, dst. jadi dia dalam satu putaran ada 4 ketuk. Sedangkan untuk 3/4 hitungannya: 1-2-3, 1-2-3, dst.

Lalu maksudnya 4/4 itu apa, 3/4 apa? apa pula 6/8? simbol tersebut merupakan rumus, yaitu contoh 4/4 artinya adalah di dalam satu birama (putaran ketukan) terdapat 4 not 1/4 atau ada 4 ketukan not yang harganya satu ketuk: la, la, la, la | la, la, la, la | (not 1/4 akan dipelajari dalam artikel selanjutnya) sedangkan 3/4 adalah terdapat 3 not 1/4 dalam satu birama jadi la, la, la | la, la, la | dst.

Mari segera lanjut ke artikel selanjutnya.

Categories: Teori Musik

Notasi Musik II – Staff

January 6th, 2010 2 comments

Setelah kita mengenal clef, mari kita melihat bagaimana penggunaannya dalam menulis notasi musik. Dalam notasi musik modern, kita menggunakan apa yang disebut dengan garis paranada (staff) sebagai tempat kita menulis nada, seperti tangga, semakin di atas letak nada pada garis paranada, semakin tinggi pula nada tersebut.

Ada 5 garis lurus, dan 4 spasi pada garis paranada, dan jika nada lebih tinggi atau lebih rendah dari posisi di dalam 5 garis tersebut maka digunakan garis Bantu seperti pada gambar.

Kita dapat melihat bagaimana garis paranada yang mencantumkan kunci G memiliki urutan nada yang berbeda dengan yang mencantumkan kunci F. Berusahalah untuk menghafalkan urutan masing-masing. Cara mudah bisa menggunakan kalimat ini untuk kunci G “Every Good Boy Does Fine” dari nada E-G-B-D-F pada garis dan kalimat “All Cows Eat Grass” dari A-C-E-G di spasi untuk kunci F.

Berikut illustrasi pada tuts piano.

Categories: Teori Musik

Notasi Musik I – Clef

January 6th, 2010 No comments

Dalam musik modern tertulis, setiap nada diwakili oleh huruf, dan ada 7 huruf yang digunakan yaitu A, B, C, D, E, F, dan G. jika kita teruskan mengurut dari A ke G maka kita akan kembali ke A berikutnya misalnya A-B-C-D-E-F-G-A-B-C dst. Jarak antara A ke A lagi disebut oktaf (octave.)

Dikarenakan musik memiliki range yang luas dari tinggi hingga rendah, maka penulisannya tidak cukup hanya menggunakan satu jenis clef atau kunci, yaitu kunci G untuk range tengah ke atas (tinggi,) dan kunci F untuk range tengah ke bawah (rendah.)

Jika kebetulan ada piano akustik di dekat anda sekarang, kira-kira tuts yang tengah itu yang memisahkan penulisan di kunci G (tuts tengah ke kanan) dan kunci F (tuts tengah ke kiri) dan dengarkan perbedaan tinggi dan rendah nada pada range masing-masing clef. Sebetulnya ada satu lagi yaitu kunci C, tapi yang itu nanti dulu.

Penggunaan clef pada penulisan musik juga tergantung pada alat musik apa yang kita mainkan, misalnya untuk alat musik biola penulisannya menggunakan kunci G atau treble clef, sedangkan untuk double-bass penulisan menggunakan kungi F atau bass clef, kenapa? ya anda sudah menebak, karena tinggi atau rendahnya range nada alat musik tersebut. berikut beberapa contoh lainnya:

Treble Clef: alto saxophone, suara perempuan soprano, suara perempuan alto, trumpet, violin, gitar.
Bass Clef: bass, trombone, tuba, suara laki-laki bass, cello.
Keduanya: piano, harpa.

Categories: Teori Musik

Bagaimana Cara Membaca Chord Chart Gitar

January 2nd, 2010 No comments

Artikel berikut ini diambil dari situs www.guitarchordsmagic.com dan digunakan dengan izin.

Topik yang akan dipelajari dalam tutorial ini:

-    guitar chord chart dan bagaimana membacanya
-    fingering chord

Jika anda ingin mempelajari bagaimana memainkan berbagai kord pada gitar, hal pertama yang bias anda lakukan adalah belajar bagaimana membaca chord chart gitar.

Sebuah guitar chord chart adalah sekumpulan diagram chord. Diagram chord adalah sebuah representasi visual dari sebuah kord gitar.

Berikut contohnya:

Berikut ini penjelasannya

Anda dapat melihat enam garis lurus vertical dan enam garis horizontal.

Garis vertical menunjukkan senar gitar. Garis paling kiri adalah senar paling tebal, senam 6 yaitu E rendah. Sedangkan yang paling kanan adalah senar yang paling tipis yaitu senar 1, E tinggi. Garis-garis di antaranya adalah A, D, G, dan B.

Garis horizontal dari bawah ke atas adalah fret gitar. Garis teratas adalah ujung neck, garis di bawahnya adalah fret 1, berikutnya 2, dst.

Titik-titik hitam pada diagram chord adalah penjarian.

Titik hitam artinya anda menaruh jari anda di situ (di antara dua fret) dan menekan senarnya. Chord chart di sini tidak menunjukkan jari yang mana untuk menekan senar yang mana, tetapi seringkali sudah cukup jelas menggunakan jari yang mana.

Titik yang polos menandakan open string. Dalam contoh di atas titik polos di atas senar G dan E berarti senar tersebut harus dibunyikan dalam keadaan terbuka (tidak ada jari yang menekan).

Senar yang tidak memiliki titik hitam atau putih TIDAK dibunyikan.
Huruf C yang berada di atas guitar chord chart menandakan nama akordnya. Dalam contoh ini kordnya adalah C.
Mari melihat contoh di atas lagi:

-    senar E rendah tidak ada titik, berarti dia tidak dibunyikan
-    senar A memiliki titik di atas fret ketiga, maka kita tekan di fret ketiga tsb. (tentu di antara fret, dan bukan di atas fretnya)
-    senar D ditekan di fret 2
-    senar G open
-    senar B ditekan di fret 1
-    senar E tinggi open.
Informasi lebih lanjut tentang kord dapat dilihat di the guitar chord theory tutorial. Ada satu hal lagi yang patut diperhatikan untuk membaca guitar chord chart. Perhatikan contoh berikut ini:

Anda melihat angka 5 di samping gambar. Itu artinya fret pertama untuk kord tersebut adalah fret ke-5 di neck gitar.
Jadi dalam contoh ini, kita memainkan:
-    tidak ada senar E rendah
-    senar A pada fret ke 5
-    senar D pada fret 7
-    senar G pada fret 7
-    senar B pada fret 6
-    dan senar E tinggi pada fret 5
ini adalah contoh dari guitar bar chord.

satu hal yang penting lagi adalah chord fingering atau penjarian pada kord. Seperti sudah disebutkan di atas, bahwa seringkali penjarian pada chord chart sudah cukup jelas, namun adakalanya tidak.

Jari-jari kita dalam teknik gitar dikenal sebagai berikut:

Artikel berikut ini diambil dari situs www.guitarchordsmagic.com dan digunakan dengan izin.

Categories: Teori Musik, Tulisan

Simple To Advanced Blues

January 2nd, 2010 No comments

Simple to advanced Blues

——————————————-
/I7 /I7 /I7 /I7 /
/IV7 / IV7 /I7 /I7 /
/V7 /IV7 /I7 /I7 /
——————————————-
/I7 /I7 /I7 /I7 /
/IV7 /IV7 /I7 /I7 /
/V7 /IV7 /I7 /V7 /
——————————————-
/I7 /IV7 /I7 /I7 /
/IV7 /IV7 /I7 /I7 /
/II-7 /V7 /I7 /V7 /
——————————————-
/I7 /IV7 /I7 /#IV7 /
/IV7 /IV7 /I7 /VI7 /
/II-7 /V7 /I7 /V7 /
——————————————-
/I7 /IV7 /I7 /V-7, I7/
/IV7 /IV7 /I7 /III-7b5, VI7/
/II-7 /V7 /I7, VI7/II-7, V7/
——————————————-
/I7 /IV7 /I7 /V-7, I7/
/IV7 /IV7 /I7 / III-7b5, VI7/
/II-7 /V7 /III-7, VI7/II-7, V7/
——————————————-
/I7 /IV7 /I7 /V-7, I7/
/IV7 /IVdim7 / IM7, II-7/III-7, bIII7/
/II-7 /V7 /III-7 , VI7/II-7, V7/
——————————————-
/IM7 /VII-7b5, III7 /VI-7, II7/V-7, I7/
/IV7 /IV-7, bVII7/III-7, VI7/bIII-7, bVI7/
/II-7 /V7 /III-7, VI7 /II-7, V7/
——————————————-
keterangan:
bagi yang belum familiar dg penulisan cadenza seperti ini,
maksudnya angka romawi itu adalah degree-nya misalnya IM7, VI-,II-,V7
dalam C maj, adalah CM7, A-7, D-7, G7.

Categories: Jazz, Teori Musik

Hal Yang Perlu Diingat Saat Berimprovisasi

January 2nd, 2010 No comments

Diterjemahkan dari buku Jamey Aebersold volume 1.

  • gunakan seluruh range pada instrumen
  • beri penekanan pada not tertentu dari scale atau chord
  • dengarkan sound kamu sendiri-kamu suka ngga?
  • gunakan interval yang kecil (chromatic passages)
  • gunakan juga interval yang besar (leaps)
  • bersabar dengan diri sendiri
  • bersabar juga dengan rekan2 satu band
  • 8th note dan 16th menciptakan tension
  • rest, whole note, dan half note, menciptakan relaxation
  • chordal passages
  • arpeggios
  • staccato (kaya sonny rollins)
  • dengarkan pemain yang lain
  • jangan main terlalu banyak not
  • sequences
  • dinamika
  • tension – release
  • accents
  • slurs
  • penahanan not
  • trills
  • gunakan ruang, diam itu emas kadang-kadang
  • vibrato seperlunya
  • pengulangan
  • glissando
  • variasi pada ritmiknya
  • membangun sebuah solo

Not yang indah pada chord/scale major dan dominant adalah 6, 7 ,9, dan #11th

Not yang indah untuk chord/scale minor adalah 4, 6, 7, dan 9. not2 ini menciptakan tension, dan digunakan dalam proses tension-release.

Jangan mengeluarkan semua yang kamu bisa dalam bersolo.

Goodluck!

Categories: Jazz, Teori Musik

Swing Feeling

January 2nd, 2010 2 comments

Elemen paling mendasar dari swing feeling adalah not seperdelapan swing/swing eight notes. Dalam musik klasik, sebuah set not
seperdelapan dalam beat 4/4 adalah benar2 membagi dua tiap2 beat. contoh : 1-n-2-n-3-n-4-n-1 dst. style ini disebut straight eight notes.

Pendekatan paling umum terhadap swing eight note adalah melalui triplets. Basic beat di pecah menjadi 1-e-n-2-e-n-3-e-n-4-e-n. dan
yang dimainkan hanya pada on beat dan pada “n ” saja jadi “e” dihilangkan. Sebetulnya tidaklah mungkin memberi hitungan pemecahan
beat yang akurat sekali untuk swing eight note ini. Namun ini semua juga tergantung pada tempo dan style pada sebuah lagu. Pada umumnya, semakin cepat temponya, semakin straight pula eight note-nya.

Pada era sebelum bebop, swing eight note ini lebih diperjelas. dengan tempo yang agak cepat, biasanya setiap second half atau upbeat diberi penekanan, juga beat 2 dan 4. Besarnya penekanan tergantung pada pemain.

Ada juga beberapa type penempatan note. Selain on beat, ada ahead of beat, dan behind of beat (lay back). Lay back adalah memainkan not sedikit lebih telat dari seharusnya. Dexter Gordon biasanya sering kali bermain lay back, hal ini memberi kesan lebih santai dan feel yang relax. Sedangkan bermain ahead of the beat memberi kesan sebaliknya. Biasa pemain bass sering melakukan hal ini pada musik yang temponya lebih cepat untuk menjaga drive-nya.

Harus diingat bahwa tidak semua style dalam Jazz menggunakan swing feeling ini. Kebanyakan latin, fusion, dan musik modern menggunakan straight eight, atau juga eight note yang sedikit swing. Jadi jangan menganggap swing feeling itu mutlak secara universal dalam jazz.

Catatan:

Pembagian, pemecahan beat seperti 1-n-2-n-3-n-4-n-, disebut juga microtime.
Untuk straight eight disebut binary (dua) feeling, contoh: kebanyakan musik klasik.
Sedangkan untuk pemecahan beat menjadi triplet seperti 1-e-n-2-e-n-3-e-n-4-e-n-, disebut juga ternary (tiga) feeling. Contoh: swing,
shuffle.

Memainkan swing yang terdengar natural dan tidak berkesan dipaksakan memang sangatlah sulit pada awalnya. Tapi ada beberapa teknik latian untuk memoles swing feeling ini.

Salah satunya adalah banyak mendengar pemain2 dunia melakukannya, lalu rekam diri sendiri melakukannya, dan coba bandingkan. nanti kamu akan bisa menilai sendiri apakah swing kamu masih terdengar kepaksa atau tidak.

Ada yang bilang, bahwa kalo kamu belum bisa swing sendirian tanpa accompany, berarti kamu belum bisa swing. ada bagusnya belajar
mengenai konsep swing ini sendiri, untuk memperkuat fondasi swing kamu itu, sehingga nanti tidak terpengaruh pada suara2 lain di
ensemble.

dalam sekali private lesson dengan Thomas Faist, beliau menyarankan agar melatih scale dengan penekanan pada setiap up beat. contoh :
jika bermain serangkain eight note dalam 4/4: da DA da DA da DA da DA. atau sesekali bermain-main dengan penekanan itu. contoh: jika bermain serangkaian eight note dalam 4/4: da da da DA da DA da da da da DA da
Da. dst.

Berlatihlah menggunakan metronome, tapi jangan menjadi tergantung sama metronom juga. dalam berlatih swing, gunakan metronom dengan tik tik tik-nya pada beat 2 dan 4. Jadi bunyinya begini: 1 tik 3 tik 1 tik 3 tik. (aduh susah jelasinnya ditulisan hehe) karena komponen utama swing juga adalah penekanan pada beat 2 dan 4.

Categories: Jazz, Teori Musik

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.