Archive

Archive for the ‘Nasional’ Category

Rekaman Album Benny Likumahuwa

September 24th, 2010 No comments

Dua hari kemarin kami meluangkan waktu untuk rekaman di Studio milik Riza Arshad, setelah sebelumnya Barry Likumahuwa dan ayahnya, Benny Likumahuwa menyiapkan materi untuk album, dan band Jazz Connections yang terdiri dari saya sendiri pada vokal dan saxophone, Dimas Pradipta pada drums, dan Doni Joesran pada piano dan rhodes berlatih selama beberapa kali. Lagu-lagu yang kami bawakan dalam album ini kebanyakan adalah komposisi orisinil dari sanga maestro, Benny Likumahuwa, lalu ada juga lagu dari Barry Likumahuwa dan satu lagu dari Henry Budidharma. Rencananya album ini akan dirilis dalam waktu dekat. Tunggu kehadirannya!

Categories: Info Musik, Jazz, Nasional

Departemen Music Production & Engineering IMI

July 13th, 2010 1 comment

Artikel dari www.imimusik.com

MUSIC PRODUCTION & ENGINEERING (MPE)

IMI kembali membuka sebuah departemen baru, yaitu Music Production & Engineering Department, atau yang biasa disingkat MPE.  IMI MPE departemen adalah sebuah program studi yang dirancang untuk membimbing dan melatih mahasiswa dalam seni industri rekaman, serta meyiapkan para mahasiswa untuk menempuh karir di industri rekaman professional.

Kurikulum program studi ini dipersiapkan untuk menempa siswa dalam penyelesaian masalah dengan cepat (problem solving), mengembangkan kemampuan dalam pendengaran (listening skill), time management, serta kemampuan dalam melihat audio teknologi dari sudut pandang seni musik.

IMI MPE Department menerapkan kurikulum yang selalu mengikuti perkembangan teknologi audio agar mahasiswa dapat terus memahami atau bahkan mengembangkan teknologi audio tersebut. Selain itu mereka juga dapat memahami element audio dalam bentuk analog dan digital sistem dari segi akustik maupun elektronik. Read more…

Categories: Nasional

Dji Sam Soe Urban Jazz Festival 2010: Perspektif Musisi

June 21st, 2010 3 comments

Indra Lesmana dan Ahmad Albar

Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover (UJC), sebuah event konser musik 5 kota yang unik penggabungan unsur jazz, rock, etnik, bahkan dance, ke dalam satu sajian musik yang segar, lengkap dengan visual panggung dan lighting yang didesain dengan sangat baik, tahun ini telah menyelesaikan event tahun ketiganya dengan sukses. Saya sendiri bergabung dalam tim musik sejak tahun lalu, jadi ini merupakan tahun kedua bagi saya.

Dari perspektif musisi, atau paling tidak saya sendiri, berpikir bahwa event ini adalah event yang menantang, sekaligus menyenangkan. Bagaimana tidak, semua personel band UJC sangat cocok secara pribadi satu sama lain, sehingga kegiatan latihan terasa seperti kongkow-kongkow. EQ Puradiredja, music director UJC, vokalis, bassis dan produser dari Humania, serta program director Java Jazz Festival, memilih sendiri musisi-musisi yang terlibat, semua dengan pertimbangan yang matang (FYI seluruh musisi yang terlibat adalah juga arranger, produser). EQ juga sangat baik dalam menciptakan suasana yang menyenangkan bagi para musisinya. Dari sisi musik, EQ juga menerapkan standar yang tinggi namun tetap memberikan kepercayaan pada para musisi. Keseimbangan itulah yang membuat bekerja di bawah arahan beliau membuat musisi band betah. Pengakuan dari musisi senior dalam grup ini, yaitu Kang Adji Rao, beliau mengatakan sangat menikmati bekerja dengan musisi-musisi muda yang sangat disiplin dan bermusikalitas tinggi. Read more…

Categories: Jazz, Nasional

Mengenal Keroncong

January 2nd, 2010 No comments

Perkembangan kesenian music keroncong berawal pada saat Portugis masuk ke Indonesia. Sebuah jenis alat music Portugis yang disebut Fado memiliki kaitan dengan Keroncong. Awalnya Keroncong dimainkan oleh para Budak bersama dengan prajurit Portugis. Awalnya Keroncong disebut Moresco. Moresco adalah music dengan iringan biola, ukulele dan selo. Musik yang diiringi oleh alat music dawai. Bila kita mengacu pada budaya Betawi, kita juga dapat menemukan Keroncong Tugu. Keroncong Tugu juga meruapakan salah satu Kesenian Betawi yang popular selain Tanjidor.

Perpaduan keroncong dan gamelan semakin memberi warna pada budaya keroncong. Dipergunakannya seruling sebagai komponen gamelan dan cello merupakan sebuah improvisasi yang semakin memperindah keroncong. Tanpa pengembangan dan perbaikan, sebuah seni musik tidak akan mampu bertahan.

Usaha untuk mengembangkan music keroncong juga dilakukan dengan memasukkan alat music lain seperti gong, gendang, kenong, saron, suling bamboo dan rebab. Ukulele dan bas adalah alat music ritem yang memberikan latar belakang music untuk menimbulkan suasana khas kerongcong. Sedangkan Gitar dan Cello digunakan sebagai petunjuk akord. Melodi dimainkan oleh biola. Ukulele dibedakan menjadi dua yaitu ukulele duk dan ukulele cak. Ukulele cuk adalah ukulele atau sejenis gitar berdawai tiga. Dawai yang digunakan berjenis nilon. Untuk Ukulele Caj, dawai yang digukan adalah baja sebanyak 4 buah dawai. Urutan nada pada ukulele Cuk adalah G-B-E. Sedangkan untuk Ukulele Cak, nada yang digunakan adalah A-D-Fis dan B. Alat music lainnya yang digunakan adalah biola. Biola dalam hal ini digunakan untk mengganti kan Rebab sedangkan penggunaan Flute adalah untuk menggantikan Suling Bambu. Bila pada sebuah kesempatan pagelaran Keroncong, ternyara tidak terdapat ukulele, maka musisi keroncong dapat menggunakan gitar akustik. Telah disebutan diatas bahwa Gong juga diperlukan dalam bermusik Keroncong, Namun kontra bass juga dapat digunakan.

Warga masyarakat ternyata dapat berperan dalam pengembangan music Keroncong. Berbagai lomba Keroncong sering diadakan oleh televisi di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Perlombaan ini ternyata tidak dilewatkan oleh grup-grup Keroncong. Hal tersebut tampak jelas pada saat berlangsung nya Festival-festival Keroncong seperti Festival Keroncong Jawa Tengah. Di daerah Surabaya dan Malang, Jawa Timur terdapat sebuah Kelompok yang menamakan diri “Paguyuban Artis dan Musisi Order Keroncong Indonesia” yang disingkat Pamori. Pamori mendapatkan dukungan positif dari Lembaga Pendidikan seperti Universitas Brawijaya Malang. Untuk mengembangkan music tradisional perlu campur tangan dukungan berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, professional dan pebisnis maupun penikmat musik. Semua pihak harus bekerjasama untuk melestarikan kebudayaan Nasional sehingga warisan leluhur dapat terus didengar secara langsung oleh generasi mendatang bukan hanya melalui rekaman CD music atau dalam bentuk digital file.

Categories: Nasional

Mengenal Gamelan

January 2nd, 2010 2 comments

Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.708 pulau. Di pulau-pulau tersebut tersebar 237 juta penduduk Indonesia sehingga Indonesia menjadi Negara dengan populasi terbanyak keempat didunia. Berbagai etnik, budaya, bahasa dan kepercayaan tumbuh dan berkembang di Indonesia. Walaupun terdapat keberagaman bahasa, semua suku dipersatukan oleh Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia.

Setiap daerah memiliki music dan tradisinya masing-masing. Gamelan adalah salah satu alat musik yang paling populer dan dikagumi oleh warga internasional. Gamelan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Gamelan Jawa, Gamelan Bali dan Gamelan Sunda. Masing-masing jenis berkembang pada daerah nya maisng-masing. Gamelan sering digunakan sebagai music pengiring pada kesenian tradisional wayang kulit, wayang orang dan berbagai ritul. Dalam adat Jawa, Gamelan juga digunakan dalam ritual “temu manten”, sebuah ritual untuk mempertemukan kedua calon pengantin. Di Bali, Gamelan Bali digunakan dalam berbagai upacara ritual Bali seperti “Potong Gigi”, sebuah upacara yang menandakan seorang anak sudah memasuki masa remaja. Namun dalam perkembangannya, penggunaan Gamelan semakin luas dalam berbagai kesenian. Gamelan sering dipadukan dengan puisi dan tarian.

Pada mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Dewa yang menjelmah menjadi manusia,  Shivam Malholtra di era Saka 167. Kerajaan nya berdiri di pegunungan Maendra,yang sekarang di kenal dengan Gunung Lwu. Saat itu,ia memerlukan signal untuk berhubungan dengan Dewa yang lain. Maka dibuatlah Gong. Untuk pesan signal yang lebih kompleks, maka Ia memerlukan dua gong lain yaitu kempul dan siyem, yang nanti nya membentuk Gamelan.
Kata “gamelan” berasal dari kata “gamel” yang berarti memukul. Maka Gamelan diartikan sebagai sekelompok instrument music yang dimainkan secara terpadu dalam sebuah kelompok. Mayoritas alat music dalam kelompok Gamelan dimainkan dengan cara dipukul. Beberapa alat music dalam Gamelan yang tidak dibunyikan dengan cara dipukul adalah Suling, Rebab dan Celempung. Suling dibunyikan dengan cara ditiup sedangkan Rebab dan celempung dibunyikan dengan cara di petik. Gamelan terdiri dari banyak alat musik, seperti, Kempul, Gong, Siyem, Bonang, Suling, Kempyang, kethuk, Kenong, Sarong, Slenthem, Celempung, Kendhang, Rebab, Gender, Gambang. Ada dua system tuning untuk Gamelan yaitu Slendro dan Pelog. Sebuah alat music di dalam kelompok umumnya memiliki 2 buah alat music sehingga satu di tuning berdasakan Selendro dan yang lain berdasarkan Pelog.

Dalam kepercayaan tradisonal, Gamelan dianggap suci dan dipercaya memiliki kekuatan supranatural. setiap instrument yang menjadi bagian Gamelan dipercaya memiliki roh, maka seriap musisi harus bermain gamelan tanpa alas kaki karena akan mengganggu roh. Melangkahi alat music Gamelan adalah hal yang dilarang keras. Dalam kepercayaan Jawa, Gong Ageng dipercaya sebagai pusat roh dalam Gamelan tersebut.

Categories: Nasional

Musik Dangdut

January 2nd, 2010 1 comment

Musik dangdut telah dikenal luas sebagai musik rakyat khususnya dengan tingkat ekonomi menengah kebawah. Hampir semua rakyat kelas pekerja sangatlah mencintai musik dangdut. Banyak sekali musisi-musisi dangdut yang berhasil sukses dan terkenal berkat bakat di bidang musik dangdut. Namun, hanya sedikit masyarakat yang mengetahui asal-muasal dari musik dangdut itu sendiri.Awal mulanya, musik dangdut berasal dari musik melayu yang berkembang pada sekitar tahun 1940-an. Namun pada perkembangannya sekarang, musik dangdut tidak hanya dipengaruhi oleh musik melayu, tapi juga dipengaruhi oleh musik dari India dan Arab. Musik India sangat mempengaruhi musik dangdut, terutama masalah digunakannya tabla dari musik India. Lalu untuk masalah cengkok serta harmonisasi musik, dangdut mendapatkan pengaruh besar dari musik India.

Namun, pengaruh terbesar dalam musik dangdut adalah musik India. Bahkan penamaan musik dangdut adalah berasal dari suara yang dihasilkan tabla India, atau kita lebih mengenal gendang. Bunyi dang dan dut adalah asal muasal nama musik dangdut. Lagu dangdut pada awalnya juga sangatlah miskin akan improvisasi, melodi, dan juga harmoni. Hampir semua lagu dangdut bisa dibilang terlalu konservatif karena satuannya hampir selalu 4/4.

Seperti yang sudah dikatakan diatas, banyak sekali musisi dangdut yang menjadi legenda musik tanah air. Dari semua nama, tampaknya Haji Rhoma Irama adalah yang paling tenar dan paling digandrungi oleh para pencinta musik dangdut. Lagu Rhoma Irama yang diiringi oleh Soneta Group selalu saja mendapatkan tempat khusus dihati para penggemar. Lagu-lagu seperti Darah Muda dan juga Begadang selalu saja didendangkan oleh masyarakat hingga saat ini. Meskipun Rhoma Irama hampir tidak bergoyang saat bernyanyi (Rhoma Irama dan Soneta Group selalu hanya bergoyang ke kiri dan ke kanan), tetap saja dia bisa membuat ribuan penonton konsernya berjoget terus.

Era Dangdut masa kini pun tetap semarak. Namun apabila dulu hanya memasukkan unsur musik yang indah dalam setiap lagunya, kini telah banyak lagu-lagu dangdut yang berasal dari musik pop maupun rock yang di remix ulang. Para penyanyi dangdut pun seakan menambahkan goyang khas sebagai senjata mereka menarik penggemar. Dimulai dari era Inul Daratista yang sangat fenomenal. Saat pertama muncul, Inul Daratista dengan goyang ngebornya telah membius ribuan penggemar dan membangkitkan semangat dangdut yang sempat redup. Sayang sekali karena berbagai protes dari banyak pihak, Inul Daratista sudah hampir tidak terdengar lagi. Namun, hilangnya Inul bukan berarti berakhirnya era joget. Justru setelah Inul, ada puluhan bahkan ratusan penyanyi dangdut yang menjadikan goyang khas sebagai jualan utamanya.

Pro kontra dangdut di negeri Indonesia sangatlah panjang. Namun seperti kata project pop, dangdut adalah musik dari negeri Indonesia. Dangdut masihlah menjadi salah satu musik yang paling digemari di Negara ini.

Categories: Nasional

Mengenal Tanjidor

September 6th, 2009 No comments

Salah satu suku yang hidup di jakarta adalah suku betawi. Kata Betawi berasal dari kata “Batavia” yang merupakan nama Jakarta terdahulu. Suku Betawi lahir pada tahun 1923 yang diawali dengan pendirian Perkoempoelan Kaoem Betawi. Hal ini diketahui karena semasa penjajahan, Belanda termasuk bangsa yang rajin melakukan sensus, namun pada saat itu keberadaan Suku Betawi masih belum terdaftar di dalam sensus. Ternyata sebenarnya Suku Betawi sudah ada sebelumnya, namun belum terorganisir. Maka dengan ada nya Perkoempoelan Kaoem Betawi, keberadaaan Suku Betawi mulai diakui. Sejak saat itu Kesenian Orkes Tanjidor mulai berkembang seiring dengan eksistensi Perkoempoelan Kaoem Betawi. Read more…

Categories: Nasional

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.