Menyanyikan Nada Tinggi Dengan Rileks (vokal non-klasik)

Video taken by Aditya (twitter: @anugrahADITYA)
Lokasi Ponpin School of Music www.ponpin.com

Sebelum saya mulai tentang nada tinggi, saya harus menjelaskan bahwa setiap orang memiliki range atau wilayah nada masing-masing. Teori musik secara umum membagi suara manusia menjadi soprano (tinggi wanita), alto (rendah wanita), tenor (tinggi pria), dan bass (rendah pria). Nah, seorang penyanyi dengan suara bass, tentu tidak bisa memaksakan diri menjadi seorang soprano, begitupun sebaliknya. Tetapi, ternyata kebanyakan penyanyi belum memaksimalkan range vokal yang ia miliki. Dengan latihan yang cukup hal ini bisa diatasi.

Dalam video demonstrasi berikut ini, saya (seorang dengan wilayah nada tenor) menyanyikan latihan dengan tangga nada major, dari Do naik ke Sol, turun ke Do lagi lalu naik ke Do oktaf, turun ke Do bawah lagi lalu naik ke Fa oktaf atas dan ditahan sebentar di situ, lalu turun lagi ke Do awal. Latihan ini seirng digunakan penyanyi klasik.

Saya sendiri masih terus belajar, apalagi kalau melihat penyanyi klasik seperti Pavarotti yang bisa menyanyikan nada tinggi dengan prima dan tanpa susah payah, saya tentu masih jauh. Tetapi paling tidak saya sudah cukup terlatih untuk bisa menyanyikan high C bahkan sampai ke D5, nada tinggi yang menjadi momok bagi para pria tenor, dengan santai, rileks dan tidak masuk ke suara falsetto (suara tinggi yang tipis seperti Mickey Mouse). Bagaimana melakukan hal ini?

Jadi range vokal kita dibagi oleh register yang umumnya adalah chest voice dan head voice. Chest voice adalah register suara kita seperti saat kita berbicara atau lebih rendah. Sedangkan head voice adalah saat kita berbicara seperti Mickey Mouse dengan kualitas suara yang tipis. Lalu apa itu falsetto? beberapa guru vokal memperdebatkan definisi falsetto, tetapi dalam pengertian saya, falsetto adalah suara yang dibunyikan dalam register head voice, tetapi dengan kualitas yang lebih tipis, mendesah, dan bocor. Saat falsetto ini pita suara kita terdengar tidak menutup sehingga ada desahan dan udaranya bocor dan boros. Nah banyak penyanyi suara chest voice dan head voicenya tidak menyatu, sehingga saat ia ingin menyanyikan nada tinggi, ia memaksakan chest voicenya naik ke register head voice, tertekan, lalu pecah/flip menjadi falsetto. Sehingga suara rendah dan tingginya tidak connected.

Dalam video ini, saya berangkat dari chest voice, lalu naik ke head voice, tetapi masih ada resonansi chest voice di situ, sehingga suara yang dihasilkan saat di atas tidak tipis, masih ada ketebalan di situ. Biasanya ini disebut mixed voice, yaitu gabungan antara chest dengan head voice.

Dalam masterclass-nya Pavarotti menjelaskan bahwa saat dia menyanyikan nada tinggi (tidak falsetto), posisi larynx, atau tenggorokan yang terdapat pita suara, dalam posisi rileks, tidak ada tekanan yang menyakitkan, bahkan posisinya seperti saat berbicara, posisi istirahat. Inilah teknik vokal yang benar dan aman bagi pita suara kita. Saya tidak merasakan ketegangan sama sekali pada leher saya saat menyanyikan nada-nada tinggi dalam video ini seperti anda lihat sendiri. Hal ini memerlukan latihan yang banyak, karena menyangkut koordinasi otot dan pengaturan pernafasan.

Lain kali saya akan membuat tutorial mengenai latihan untuk melatih nada tinggi. Tetapi untuk sekarang yang penting saya ingin berbagi bahwa dengan teknik vokal yang baik, kita bisa menyanyikan nada tinggi tanpa menciderai vokal kita. Untuk bacaan lebih lanjut, silahkan anda google beberapa keyword ini: Bel Canto, Speech Level Singing, Mix Voice.

 

 

 

This entry was posted in Vokal and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

11 Comments

  1. Posted September 9, 2011 at 7:46 pm | Permalink

    thanks ya kk… bermanfaat lhoo… :D

  2. Ichal
    Posted September 9, 2011 at 8:48 pm | Permalink

    Kk,, Mauu Tnyaa,,
    Kalo Mau Belajarr BeaT Box Dmna KaKz,, Oiaa gUw LIatt PErfoMss Luww Kerenn Bgt sihh ,,
    kaKz BTw Udh Berapa Lama Nge Beatbox..
    Ok ThaNzz KaKz.. :)

  3. Murotal
    Posted September 18, 2011 at 5:54 pm | Permalink

    ka mw tnya …

    ada pantangannya ga biar suara bisa mncapai nada tinggi sesuai kemampuan, misalnya : jgn mkan yg minyak atw sejenisnya….

    mohon bantuannya ..
    trima kasih

  4. Posted November 11, 2011 at 3:32 pm | Permalink

    wow!! saya sangat berterima kasih mas, sangat bermanfaat nih…:D tapi saya mw tanya nih mas, gmn sih cara untuk beranjak dari chest voice ke head voice utk vokal?, saya masih agak bingung…:) oh dan kalau saya les vokal sama mas bisa gak?, thanks mas

  5. Posted November 11, 2011 at 3:38 pm | Permalink

    wah tutorialnya sangat bermanfaat, makasih banyak mas…:D tapi saya mw nanya nih mas, gmn sih cara mengakses head voice?, saya agak bingung, karena chest voice saya hanya sampai G…:) dan kalau saya les vokal sama mas aziz bisa gak?, thanks mas

  6. Posted February 21, 2012 at 5:44 pm | Permalink

    salam.. tumpang tanya.. kalau nak belajar vokal kat mana ye?
    saya ingin belajar vokal kat k.l ni mcam susah je nak jumpa…
    hmmm…. kalau ade pembayaran tak kisah…

  7. Samsi
    Posted March 2, 2012 at 6:47 pm | Permalink

    Jikalau waktu nada tinggi,posisi LEHER tidak ada yang tegang..?bagaimana dengan penyanyi rock seperti BRUCE DICKINSON,AXL ROSE,ANDY DERIS dll…
    seperti membawakan lagu HELLOWED BE THY NAME(IRON MADEN voc bruce)..saya lihat lerenya tegang sekali..

  8. Posted February 4, 2013 at 6:23 am | Permalink

    kk,, share nya sangat bermanfaat..

    bolehkah saya belajar dengan kk,,,

    terima kasih.

  9. Azzam
    Posted February 17, 2013 at 2:09 pm | Permalink

    Mas, Kalo Orang Adzan itu pake teknik suara apa? soalnya bisa tinggi dan panjang, dan ada lagi pembaca alquran dari misalnya, muamar ZA, itu dia bisa tinggi dan panjang, klo kita dengar kita aja bisa sesak nafas.

  10. rafiu andanu
    Posted April 25, 2013 at 4:41 pm | Permalink

    mas admin to the point aja langsung, saya butuh instructur langsung, kemana saya bisa menghadap anda, thanks

  11. mailana priyo
    Posted September 24, 2014 at 9:11 pm | Permalink

    Halo mas indra, thanks for ur infrmation. It’s very helpful for me/us. Btw mas saya mau tanya gimana posisi rongga mulut kita supaya dari chest voice ke head voice ndak ada break nya? Saya selalu break waktu mau oper ke head voice. Kunci nya gimana mas dalam artian tips tips nya biar ndak break.
    Satu lagi mas, nada terendah yg nyaman saya nyanyikan itu di F2. Sedangkan untuk tertinggi itu F#4 (chest voice – mixed). Namun head voice saya sampe di G5 (melengking banget pokoknya). Nah kalo seperti itu saya masuk kategori apa ya? Apakah bass atau tenor?
    Satu lagi mas.. hehe..kalo ngitung vocal range tu cuman chest voice sampe mixed (suara asli) doank apa dari chest ke head? Soalnya kalo dari chest ke head jadi vocal range saya F2 – G5 = 3 oktaf 1 nada donk.. masa iyasih saya segitu? Kaya ndak percaya.
    sekian mas indra. Mohon dibalas ya. Saya tunggu kok. Salam. GBU :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Website Vokal Plus

  • Tweets

  • Advertisement

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.