Agar Jam Session Jazz Anda Lebih Seru

Agar Jam Session Jazz Anda Lebih Seru
Oleh Indra Aziz

Saat ini kegiatan jam session jazz di Jakarta sedang ramai. Ada Mostly Jazz di Red & White Lounge Kemang setiap Minggu malam (follow @inlinemusic), ada Monday Madness di Largo Kemang setiap Senin malam (@largo_kemang), dan ada Sudden Jazz di Kopimerah Fatmawati setiap Selasa malam (@suddenjazz). Belum lagi jam session yang diadakan di sekolah musik seperti Institut Musik Daya Indonesia, dan jam session tahunan bersama musisi-musisi internasional dalam rangkaian acara Java Jazz Festival.

Jam session adalah saatnya para musisi bermain bersama tanpa ada perencanaan sebelumnya, tanpa latihan, mentah, bebas, namun tetap beretika agar pelaksanaannya menyenangkan bagi semua yang berpartisipasi. Nah, lalu bagaimana agar jam session lebih menyenangkan, berikut ini beberapa tips yang bisa anda simak.

1. Pastikan dulu anda memang siap secara pengetahuan dan teknik bermain
Dalam jam session musisi-musisi yang bermain ingin bermain musik serta berinteraksi dengan nyaman. Jika kita belum siap, bisa-bisa kita menghambat proses tersebut dan jam session jadi tidak menyenangkan baik untuk kita maupun untuk musisi lain.

2. Hafalkan lagu-lagu yang sering digunakan untuk jam session
Misalnya lagu-lagu dengan format 12 bars blues dan rhythm changes, lagu-lagu yang cukup populer seperti Bye Bye Blackbird, Stella By Starlight, Have You Met Miss Jones, dsb. Dengan begini kita tidak akan kebingungan di atas panggung.

3. Tidak solo terlalu panjang
Ketika bermain solo, kita harus juga memikirkan pemain lain. Jangan solo terlalu panjang apalagi jika solo kita tidak “bercerita banyak” atau ngalor ngidul cari-cari. Pemain lain menunggu giliran solo, dan rhythm section lama-lama bisa pegal juga. Umumnya untuk lagu pelan 1-3 chorus, atau untuk lagu cepat 3-5 chorus cukup. Lihat-lihat juga, ada berapa solis yang ada, kalau sudah banyak, kita boleh mengurangi durasi solo kita agar yang lain kebagian “enak”-nya. Tips dari Barry Likumahuwa: Biasanya jumlah chorus mengikuti solis sebelumnya, misalnya pianis solo pertama sepanjang 4 chorus, maka biasanya solis lain mengikuti sejumlah 4 chorus atau tidak jauh dari situ.

4. Jangan memotong solo pemain lain
Selalu dengar satu sama lain, jangan sampai kita menggunggu kenyamanan pemain lain yang sedang asyik solo dengan memotongnya. Justru kita berikan dukungan, misalnya dengan accompaniment yang “memancing” kreatifitas, dsb.

5. Toleransi dengan kesalahan
Dalam jam session tentunya banyak hal yang tidak terduga bisa terjadi. misalnya ketukan pemain lain terbalik, salah not, salah ini dan itu sehingga kadang bunyinya tidak enak. Hal ini biasa dan tidak perlu sampai menjatuhkan mood kita, tetaplah jaga suasana menyenangkan untuk semuanya.

6. Jangan mendominasi panggung
Misalnya anda pemain drum, dan malam itu saat jamming anda tahu ada beberapa orang pemain drum lain yang menunggu giliran, maka sebaiknya kita tidak mendominasi drum dan mempersilahkan pemain lain untuk bermain. Misalnya malam itu musisinya sedang banyak yang hadir, kita main satu-dua lagu sudah cukup (trims lagi Barry tipnya).

7. Bagi vokalis
Pilihlah lagu yang kira-kira musisi lain tahu, dan sebisa mungkin main di kunci standar, atau paling tidak bukan di kunci yang kurang enak seperti di F# atau di B. Selain itu, jagalah form anda, ketahui posisi anda dalam lagu sudah di mana, jangan kita tiba-tiba bernyanyi memotong solo musisi lain.

8. Bawalah instrumen anda sendiri
Tentu saja ada teman-teman yang bersedia alat musiknya dipinjam, tetapi paling baik adalah membawa alat musik kita sendiri (kecuali drum dan piano tentunya) selain lebih higienis, kita tidak perlu takut merusak instrumen orang lain, dan juga kita akan bermain lebih bagus karena kita sudah kenal betul dengan karakter instrumen kita.

9. Tempo bagi rhythm section (bassist & drummer)
Memang tempo adalah tanggung jawab masing-masing pemain, tetapi sebagai rhythm section jika tempo kita tidak bagus, lagu yang dimainkan saat jam session sudah bisa dipastikan tidak akan enak bunyinya. Bertanggung jawablah!

10. Jaga komunikasi di atas panggung
Saat jam session hampir semuanya berjalan secara spontan. Bagaimana intro sebuah lagu, bagaimana endingnya, apakah ada trading fours/eights, apakah ada solo bass, dsb. Selalu jaga komunikasi dengan pemain lain, baik sebelum lagu dimulai, maupun saat lagunya sedang dimainkan.

Jam session itu sehat bagi musisi khususnya yang suka bermain jazz, datangi jam session di dekat anda, dukung acara jazz lokal, dan have fun!

Penulis berpengalaman menjadi host jam session jazz sejak tahun 2001 di Klub 45, Eastern Promise, dan saat ini aktif sebagai host di Mostly Jazz Red & White Lounge bersama Indra Lesmana.

Jika ada istilah musik yang asing bagi anda, silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar di bawah.

 

 

This entry was posted in Jazz, Tulisan and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

6 Comments

  1. Jemima
    Posted May 30, 2011 at 12:33 pm | Permalink

    Minta referensi lagu wajib dong Ziz(selain yang diatas). Itu selalu jadi masalah gue karena kebiasaan dulu selalu free jam, alias free style jam, sangat beda dengan kebiasaan disini. :D

  2. Posted May 30, 2011 at 12:49 pm | Permalink

    thanks for commenting Jemi!

    ini list yang gua temukan via googling dan isinya bisa dipertanggung jawabkan walau ga terlalu banyak.

    http://www.alisdair.com/educator/essential_tunes.html

    lo bisa juga googling hal yang sama dengan keywords seperti “common jam session tunes” dan semacamnya.

  3. joshua
    Posted June 11, 2011 at 4:19 am | Permalink

    sori mo nanya “trading fours/eights” & “chorus” itu apa ya?

  4. Posted June 12, 2011 at 12:37 pm | Permalink

    @joshua
    trading four adalah saat pemain bergantian solo sebanyak 4 bar, juga kesempatan untuk solo drum, contoh solo piano 4 bar, solo drum 4 bar, gitar 4 bar, drum 4 bar, piano lagi 4 bar, dst.

    chorus adalah satu putaran lagu dgn form standar misalnya lagu dgn form AABA 32 bar (take the A train, Ive got rhythm)

  5. Natan
    Posted August 12, 2011 at 4:30 pm | Permalink

    artikel yang menarik broo..
    good job ! :D

  6. Posted February 13, 2013 at 1:51 pm | Permalink

    Mas, kalau istilah realbook itu maksudnya apa ya? Sy sering denger..

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Website Vokal Plus

  • Tweets

  • Advertisement

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.