Setiap manusia memiliki vokal yang unik, tidak ada satupun yang betul-betul sama persis. Kualifikasi sopran, alto, tenor, dan bass adalah kualifikasi secara umum yang digunakan pelatih paduan suara, apakah kualifikasi tsb. merupakan hal yang sudah pasti, misalnya apakah seorang soprano sudah pasti memiliki range C4-C6 dan tenor C3-C5? tidak juga, karena setiap orang memiliki suara yang unik. Umumnya laki-laki memiliki suara lebih rendah dibanding perempuan, hal ini disebabkan karena pita suara yang dimiliki laki-laki lebih tebal dan panjang, sedangkan perempuan lebih tipis dan pendek. Jika anda lihat senar pada gitar, senar 6, yaotu yang paling atas, yang suaranya paling ngebass, pasti lebih tebal dibanding senar yang paling tinggi yaitu senar 1 yang tipis di bawah.
Apakah range suara bisa diperluas, jawabannya, ya, bisa. Tetapi seorang yang suaranya masuk kualifikasi bass, tentu tidak akan lalu berubah menjadi seorang sopran, ataupun sebaliknya. Sama halnya sebuah gitar tidak bisa memainkan nada rendah seperti sebuah bass. Kalaupun seorang bass bisa menyanyikan nada dalam range alto, suaranya tidak akan sehalus dan sebagus seorang alto yang menyanyikan, begitu juga sebaliknya. Saya dalam melatih paduan suara seringkali harus memberi contoh penyanyi sopran bagaimana menyanyikan bagian mereka, saya contohkan dengan nada tinggi ala sopran, tetapi tentu suaranya terdengar aneh, tidak akan sebagus jika seorang sopran yang menyanyikannya.
Berita bagusnya, kebanyakan dari kita belum menggunakan range kita secara maksimal. Itu yang harus kita latih, menggunakan range suara secara maksimal. Dulu sebelum berlatih vokal secara intensif, nada paling rendah yang bisa saya nyanyikan paling hanya sampai A, tetapi setelah berlatih saya sekarang bisa mencapai F# di bawah A yang dulu, cukup signifikan. Untuk nada tinggi, penyanyi harus belajar menyanyikan nada tinggi tanpa ada tekanan dan paksaan, belajar mengenai suara dada dan suara kepala, lalu berlatih untuk menghaluskan transisi antara keduanya. Metode menghaluskan transisi (biasa disebut pasaggio di ilmu vokal klasik) dulunya dilatih dalam metode Bel Canto, sebuah metode yang berkembang pada abad 17an.
Latihan apa yang bisa kita lakukan untuk memperluas range vokal kita? contoh latihan, lip trill atau buat suara brrrr dengan bibir atau tounge trill suara brrrr dengan lidah, lalu dengungkan nada do mi sol do sol mi do, setelah itu naik setengah nada dan lakukan lagi, lakukan latihan ini dan saat anda semakin tinggi, rasakan suara anda berpindah dari depan ke belakang tenggorokan, biarkan hal itu terjadi secara alami, rasakan suara anda menjadi lebih ringan dan enteng, jadi jangan dipaksakan atau dutarik hingga urat leher anda tegang, semuanya harus tetap rileks. Jika terasa tegang saat meraih nada tinggi, bungkukkan badan anda saat nadanya tinggi, lalu kembali tegak saat nadanya turun.
Latihan di atas hanyalah satu contoh dari latihan vokal yang baik untuk memperluas range kita. Anda bisa mencari banyak contoh latihan lainnya di YouTube, tetapi ingat, jika latihan tersebut terasa tidak nyaman atau bahkan sakit, sebaiknya tidak diteruskan. Selamat mencoba!

11 Comments
Woow luar biasa.. artikel ini d publish pas aku bth.. makasih om..
.. sangat membantu dan thanks sharing ilmunya
mmm baru ngerti kalo brr brr tu buat nambah range
biasanya ngikutin cd doank g ngerti fungsinya
om indra pliz bahas teknik latian2 lain donk
halo mas indra,….
Blog ini keiyen.. Hehehe… Tp sya mau tanya neh….
Karena sya terkadang bingung sendiri… Hhehehe….
Tapi sebelumnya ini profil range vocalku…
Lowest : E2
highest chest voice : G5 (cuma dpt digunakan sesekali)
highest falsetto : D6
whistle register : C7…
Nah saya termasuk jenis suara apa yah? Saya cowo yah.. Hehehehe
Maaf mas mau tanya penting nih…aku bisa nyanyi kayak sopran gitu tapi pake falsetto aku cowok yah…apakah itu termasuk sopran???dimohon balasannya
@Willy
iya, sopran itu kan range, jadi kalau kita laki-laki nyanyi dengan head voice setinggi range sopran ya itu sopran.
@arie lakwij
saya rasa kalau anda sampai ke E2 dan anda ada dalam choir saya, saya akan minta anda nyanyi di section bass.
Thanks for sharing!
Ijin sharing ke sini ya, semoga berguna buat temen2 di Komunitas Bengkel Musik.
http://www.bengkelmusik.com/forum/showthread.php?p=200948#post200948
om, kalau ngelatih transisi dari chest voice ke head voice nya bagaimana?
lalu terkait komen mas arie, bedanya whistle voice dengan falsetto apa ya?
head voice ama falsetto juga beda ya?apa ya om?terima kasih om prof!
@simple
jadi, yang terjadi pada koordinasi otot pita suara kita saat kita falsetto itu berbeda dengan head voice. kalo head kedua pita suara bertemu, sedangkan falsetto tidak makanya kualitas suaranya mendesah, atau bocor. kalo whistle beda lagi koordinasi pita suaranya. bisa googling aja untuk infonya. melatih transisi chest-head voice banyak cara, salah satunya dengan humming dari atas ke bawa dan sebaliknya tanpa terputus falsetto.
makasih Om untuk penjelasannya..
Lalu saya mau tanya lagi ni Om (maaf kalau kebanykan nanya, tp saya sangat interest dengan blog Om ini!!), masih sangat penasaran..saya pernah les vokal beberapa bulan, tp karena bosan latihannya tentang bernafas dan pemanafasan melulu, saya stop saja. Dan mungkin latihan sendiri lebih baik atau rileks (pendapat saya sendiri sih). Yang mau saya bahas Om selama les dan sekarang itu masih kelemahan saya adalah mengenai bernyayi nada tinggi (saya juga adalah penyanyi tenor, di padus saya masuk tenor 2 *mgkn seperti bariton* saya tidak ingat range saya Om, saya sepertinya buta nada maksudnya tidak hapal bunyi2 kunci tp saya bisa masuk/bernyanyi mengikuti kunci yg dikasih). Maksudnya bernyayi nada tinggi di sini, saya misal nyanyi range rendah, lalu kalau ada overtune, misal harus pindah register, selalu kesulitan buat nyanyi dari perpidanhan range itu, padahal kalau langsung tembak (saya diam, lalu langsung nyanyi di range overtune itu, tanpa dari range rendah, anehnya saya bisa Om!). Agak sulit memang Om,menunjukkannya dengan tulisan..hmm, kalau Om kebayang, bisa tolong beri penjelasan sedikit tidak ya dan cara melatihnya supaya bisa diatasi masalah saya ini?
Oia, satu lagi Om, saya juga adalah seorang penyanyi di paduan suara selama 2 tahun lebih, anehnya saya masih tidak bisa baca not (partitur angka malah) jadi selama ini dihafal saja. Mungkin ini ada kaitannya dengan ketiakbisaan saya dalam memainkan salah satu instrumen musik (saya ga bisa main musik2 apa Om).
padahal saya itu sudah 2 tahun lebih mengikuti kegiatan paduan suara (di bandung, *paduan suara bergenre pop gospel sbgai petunjuknya*).
Ada tidak ya Om, tips atau latihan efektif atau terapi barangkali supaya bisa baca not tanpa diajarin dulu lagunya bunyinya gimana (baca not sendiri langsung gitu, berikut baca tempo2nya)?ini benar2 terjadi Om. Entah saya yang bodoh atau tidak atau saya salah belajar atau bagaimana ya Om?
Wow…. Thx ea…
Om Indra bukannya pelatih Para finalis Indo Idol 2012 yha???