Home > Jazz, Nasional > Dji Sam Soe Urban Jazz Festival 2010: Perspektif Musisi

Dji Sam Soe Urban Jazz Festival 2010: Perspektif Musisi

Indra Lesmana dan Ahmad Albar

Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover (UJC), sebuah event konser musik 5 kota yang unik penggabungan unsur jazz, rock, etnik, bahkan dance, ke dalam satu sajian musik yang segar, lengkap dengan visual panggung dan lighting yang didesain dengan sangat baik, tahun ini telah menyelesaikan event tahun ketiganya dengan sukses. Saya sendiri bergabung dalam tim musik sejak tahun lalu, jadi ini merupakan tahun kedua bagi saya.

Dari perspektif musisi, atau paling tidak saya sendiri, berpikir bahwa event ini adalah event yang menantang, sekaligus menyenangkan. Bagaimana tidak, semua personel band UJC sangat cocok secara pribadi satu sama lain, sehingga kegiatan latihan terasa seperti kongkow-kongkow. EQ Puradiredja, music director UJC, vokalis, bassis dan produser dari Humania, serta program director Java Jazz Festival, memilih sendiri musisi-musisi yang terlibat, semua dengan pertimbangan yang matang (FYI seluruh musisi yang terlibat adalah juga arranger, produser). EQ juga sangat baik dalam menciptakan suasana yang menyenangkan bagi para musisinya. Dari sisi musik, EQ juga menerapkan standar yang tinggi namun tetap memberikan kepercayaan pada para musisi. Keseimbangan itulah yang membuat bekerja di bawah arahan beliau membuat musisi band betah. Pengakuan dari musisi senior dalam grup ini, yaitu Kang Adji Rao, beliau mengatakan sangat menikmati bekerja dengan musisi-musisi muda yang sangat disiplin dan bermusikalitas tinggi.

Dari pemilihan artis, saya sangat salut kepada Dji Sam Soe (dengan bantuan EQ tentunya) yang sangat pandai memadukan artis-artis yang benar-benar canggih dan profesional. Sebut saja Ello, Ipang BIP, dan Dewi Sandra, selain penyanyi yang hebat, mereka juga sosok entertainer yang mampu “menggerakkan” stadion. Artis lainnya tahun ini adalah Kikan Namara, vokalnya luar biasa ibu yang satu ini, lalu Sandy Sondhoro dengan suara yang sangat powerful, dan tentunya Ahmad Albar, tidak perlu dijelaskan lagi. Untuk artis instrumentalis ada legenda hidup Indra Lesmana yang kharisma dan musik synthetizernya menghipnotis para penonton, serta sang dewi biola, Maylaffayza yang berkilau. Tentu tidak lupa juga sentuhan etnik yang diberikan oleh Erlan pada kendang sunda, dan Yuyun, vokalis band Diskus yang kerap tampil dalam musik teater. Rapper muda Kyriz Boogiemen, dan DJ yang sangat soulful, DJ Cream juga tidak main-main dalam peranannya di UJC.

Maylaffayza

Dari musisi band, rhythm section impian banyak orang, Rayendra Sunito (Parkdrive) pada drums, Bonar Abraham (Glenn F band) pada bass, dan Ali Akbar (The Groove) pada piano. Sequencer dipegang oleh Rifka Rachman (Glenn F band), gitar oleh Andrie Bayuaji (Kahitna), ada Doni Joesran (BLP) pada synth, lalu perkusi oleh perkusionis senior Adji Rao. Pada backing vocals, ada Mila (Indonesian Idol), Kiki (KSP), dan saya sendiri sekaligus alto sax dan human beatbox, lalu pada horn section, ada tiga pemain tiup handal dari Pitoelas Big Band, Dony Koeswinarno pada tenor sax, Gatut pada trumpet dan Enggar Widodo pada trombone. Tidak heran jika lalu EQ menyebut band ini sebagai UJC All-Stars.

Juga tidak kalah hebat, opening act dari UJC 2010 adalah band yang saat ini namanya sedang berkobar khususnya di Jakarta, adalah DREW, yang terdiri dari Sashi Gandarum, vokalis muda bersuara emas, Aji Yudo, gitaris yang sangat groovy dan renyah kocokan gitarnya, Rishanda, bassis handal andalan banyak musisi seperti Andi Riyanto dan Erwin Gutawa, serta Putra Praditya, drummer metal yang sangat fasih menggebuk Cajon, alat perkusif berbentuk persegi panjang.

Sashi DREW

Proses paling lama dari persiapan UJC adalah pre-production, yang melibatkan juga para musisi seperti Ali Akbar, Rifka Rachman dan Dony Koeswinarno, juga arranger-arranger handal seperti Ricky Lionardi, Jerome & Random Javabass, serta Larry Aswin ex-SOVA. Hebatnya lagi, Indra Lesmana sendiri turun tangan dalam beberapa aransemen. Semua hasil pre-production tersebut bunyinya menjadi sangat bagus ketika dinyanyikan oleh para artis pilihan Dji Sam Soe.

Visual dan lighting yang dipimpin Nanda dari Visicom (E.O. untuk UJC) tahun ini semakin canggih dari tahun sebelumnya. Background di panggung menggunakan sepuluh kotak yang ditembak projector dari belakang dan kotak-kotak tersebut tidak diam melainkan berubah-ubah posisi selama pertunjukkan berlangsung. Sungguh memanjakan mata! Visualpun diatur sedemikian rupa agar mengikuti tema dari lagu dan mood dari suasana secara keseluruhan.

Kyriz & Dewi Sandra

Kinerja tim produksi tahun ini juga sangat patut diacungi jempol, berbeda dengan pada saat UJC pertama tahun 2008, tahun ini segala sesuatunya berjalan dengan sangat rapi dan teratur. Semua itu terjadi di luar maupun di dalam venue, di atas maupun di bawah panggung. Kami para musisi pun merasa sangat nyaman menjalankan tugas.

Terakhir yang paling penting, adalah crowd UJC, ya, crowd UJC sangat dahsyat! energi yang mereka “tularkan” kepada para performer di atas panggung, sangatlah terasa. Saya yakin semuanya merasakan hal yang sama. Di setiap kota, energinya tidak pernah kendor, terus di atas. Saya juga mendengar bahwa setiap kota tiket terjual habis dan venue selalu penuh. Saya ucapkan terima kasih banyak untuk semua yang telah hadir pada konser Dji Sam Soe Urban Jazz Crossover 2010!

Video Urban Jazz Crossover 2010. Bete - Ipang & Dewi Sandra

Ulasan UJC Jakarta dan kota lainnya dapat dibaca di situs www.jazzuality.com

Categories: Jazz, Nasional
  1. June 27th, 2010 at 19:21 | #1

    ga sengaja nemu blognya indra aziz, salam kenal saya juga penggemar jazz

  2. June 27th, 2010 at 19:37 | #2

    Trims, salam kenal :-)

  3. September 16th, 2010 at 17:52 | #3

    ini Blognya Indra aziz ya! gw juga suka Jazz bng! :D

  1. No trackbacks yet.

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.