Swing Feeling
Elemen paling mendasar dari swing feeling adalah not seperdelapan swing/swing eight notes. Dalam musik klasik, sebuah set not
seperdelapan dalam beat 4/4 adalah benar2 membagi dua tiap2 beat. contoh : 1-n-2-n-3-n-4-n-1 dst. style ini disebut straight eight notes.
Pendekatan paling umum terhadap swing eight note adalah melalui triplets. Basic beat di pecah menjadi 1-e-n-2-e-n-3-e-n-4-e-n. dan
yang dimainkan hanya pada on beat dan pada “n ” saja jadi “e” dihilangkan. Sebetulnya tidaklah mungkin memberi hitungan pemecahan
beat yang akurat sekali untuk swing eight note ini. Namun ini semua juga tergantung pada tempo dan style pada sebuah lagu. Pada umumnya, semakin cepat temponya, semakin straight pula eight note-nya.
Pada era sebelum bebop, swing eight note ini lebih diperjelas. dengan tempo yang agak cepat, biasanya setiap second half atau upbeat diberi penekanan, juga beat 2 dan 4. Besarnya penekanan tergantung pada pemain.
Ada juga beberapa type penempatan note. Selain on beat, ada ahead of beat, dan behind of beat (lay back). Lay back adalah memainkan not sedikit lebih telat dari seharusnya. Dexter Gordon biasanya sering kali bermain lay back, hal ini memberi kesan lebih santai dan feel yang relax. Sedangkan bermain ahead of the beat memberi kesan sebaliknya. Biasa pemain bass sering melakukan hal ini pada musik yang temponya lebih cepat untuk menjaga drive-nya.
Harus diingat bahwa tidak semua style dalam Jazz menggunakan swing feeling ini. Kebanyakan latin, fusion, dan musik modern menggunakan straight eight, atau juga eight note yang sedikit swing. Jadi jangan menganggap swing feeling itu mutlak secara universal dalam jazz.
Catatan:
Pembagian, pemecahan beat seperti 1-n-2-n-3-n-4-n-, disebut juga microtime.
Untuk straight eight disebut binary (dua) feeling, contoh: kebanyakan musik klasik.
Sedangkan untuk pemecahan beat menjadi triplet seperti 1-e-n-2-e-n-3-e-n-4-e-n-, disebut juga ternary (tiga) feeling. Contoh: swing,
shuffle.
Memainkan swing yang terdengar natural dan tidak berkesan dipaksakan memang sangatlah sulit pada awalnya. Tapi ada beberapa teknik latian untuk memoles swing feeling ini.
Salah satunya adalah banyak mendengar pemain2 dunia melakukannya, lalu rekam diri sendiri melakukannya, dan coba bandingkan. nanti kamu akan bisa menilai sendiri apakah swing kamu masih terdengar kepaksa atau tidak.
Ada yang bilang, bahwa kalo kamu belum bisa swing sendirian tanpa accompany, berarti kamu belum bisa swing. ada bagusnya belajar
mengenai konsep swing ini sendiri, untuk memperkuat fondasi swing kamu itu, sehingga nanti tidak terpengaruh pada suara2 lain di
ensemble.
dalam sekali private lesson dengan Thomas Faist, beliau menyarankan agar melatih scale dengan penekanan pada setiap up beat. contoh :
jika bermain serangkain eight note dalam 4/4: da DA da DA da DA da DA. atau sesekali bermain-main dengan penekanan itu. contoh: jika bermain serangkaian eight note dalam 4/4: da da da DA da DA da da da da DA da
Da. dst.
Berlatihlah menggunakan metronome, tapi jangan menjadi tergantung sama metronom juga. dalam berlatih swing, gunakan metronom dengan tik tik tik-nya pada beat 2 dan 4. Jadi bunyinya begini: 1 tik 3 tik 1 tik 3 tik. (aduh susah jelasinnya ditulisan hehe) karena komponen utama swing juga adalah penekanan pada beat 2 dan 4.




Tapi dipelajarinnya susah setengah mati kalo kurang berbakat ‘swing’…
Very nice article zis, regardless musik apapun yg dimainkan, swing feel (dan also ‘straight feel’) sangatlah penting untuk dipelajari dan dilatih terus menurut gw..
nice one brother..!