Archive

Archive for January, 2010

Accidental – Kres, Mol, Pugar

January 6th, 2010 No comments

Accidentals adalah tanda untuk menaikkan atau menurunkan nada sebanyak setengah langkah. Misalnya, nada A, dinaikkan setengah langkah jadi A#, jika nada A diturunkan setengah jadi Ab. Secara gampangnya, not yang # (sharp) atau b (flat), adalah not warna hitam pada tuts piano. Not C misalnya, di piano tutsnya putih, ketika dinaikkan setengah langkah menjadi C#, tuts yang ditekan adalah tuts hitam pas di sebelah kanan not C, bukan lagi tuts putih C tsb. Berikut gambar dari accidentals.

Untuk berlatih, isilah soal berikut ini. Supaya lebih mantap, coba tekan not-not berikut di tuts piano atau keyboard.

Jika tanda accidentals berada pada awal notasi, maka tanda accidentals tersebut berlaku sampai seterusnya kecuali ada tanda pugar atau tanda ganti kunci.

Jika tanda accidentals tersebut berada bukan di depan notasi, maka tanda tersebut hanya berlaku selama satu birama. Hal ini berlaku untuk tanda sharp (kres), flat (mol) dan natural (pugar). Perhatikan gambar ini.

Categories: Teori Musik

Circle Of 5th

January 6th, 2010 No comments

Circle of 5th adalah seperti diagram ajaib dalam teori musik. Diagram ini dibentuk dari susunan not berjarak perfect 5th ke arah jarum jam, dan susunan perfect 4th ke arah berlawanan jarum jam. Sehingga urutannya cocok untuk berlatih alat musik, contohnya berlatih scale, chord, dll, mulai dari C, lalu F, Bb, dst.

Diagram ini menunjukkan berapa jumlah accidentals dalam harmoni kunci tersebut, misalnya lihat pada diagram, not C, diatasnya ada garis staff dengan kunci G, tidak terdapat accidentals atau polos, karena harmoni C Major tidak terdapat accidentals. Sedangkan not A, terdapat 3 sharp (kres) dan Db terdapat 5 flat (mol.)

Selain itu circle of fifth juga menunjukkan interval tritone, lihat misalnya not C, not yang beralawanan dari C adalah F# yang berjarak tritone, Juga Bb berlawanan dengan E yang berjarak tritone.

Circle Of 5th

Categories: Teori Musik

Ionian Mode Dan Seventh Chord

January 6th, 2010 No comments

Dari sebuah mode dapat dibangun sebuah kord major 7th, dengan membunyikan not-not yang longkap seperti pada gambar. Not-not tersebut adalah root, 3rd, 5th, dan 7th. Not-not tadi disebut dengan istilah chord tones, karena not-not itulah yang mendefinisikan quality dan warna dari kord tsb. apakah major, minor, atau dominant.

Pada gambar terdapat ionian mode dari tangga nada C, chord tones diberi kotak, dan mereka membentuk 7th chord. Not yang diberi kotak adalah not pertama, ketiga, kelima, dan ketujuh. Mereka merupakan posisi root, third, fifth, dan seventh.

Kord C major 7th biasanya juga ditulis C ∆7 menggunakan simbol segitiga untuk tanda major. Dinamakan major 7th karena interval yang membentuknya. Kord major 7th memiliki interval major 3rd, perfect 5th, dan major 7th. Perhatikan angka romawi di bawah kord sebelah kanan, ada angka I. Maksudnya adalah kord yang terbentuk dari mode pertama berarti kord I (dalam hal ini kord C major 7 dalam tangga nada C.)

Categories: Teori Musik

Modes Dalam Major Scale

January 6th, 2010 No comments

Gambar di bawah ini menunjukkan C major scale, dengan semua modes-nya. Masing-masing modes ini memiliki kualitas atau warna yang berbeda-beda. C major scale memiliki tujuh not yang berbeda, dan dari setiap not tersebut dapat dimulai scale baru lagi – mulai dari C, mulai dari D, seterusnya sampai B. Setiap modes ini memiliki nama yang berasal dari Yunani. Angka romawi di setiap mode berhubungan dengan setiap nama modes tersebut – I adalah Ionian, II adalah Dorian, III Phrygian, dst. Hal ini sama dalam setiap major scale.

Masing-masing modes memiliki kord berikut:

C Ionian – CMaj

D Dorian – Dmin7

E Phrygian – Emin7

F Lydian – FMaj7#4

G Mixolydian – G7

A Aeolian – Amin7

B Locrian – Bmin7-5

Nama-nama modes di atas lazim digunakan dalam sehari-hari, misalnya seorang musisi jazz akan bertanya “kordnya apa?” yang lainnya menjawab “F Lydian.”

Categories: Teori Musik

Tangga Nada Mayor / Major Scale

January 6th, 2010 2 comments

Kita mengenal tangga nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Itu merupakan tangga nada mayor atau istilah internasionalnya major scale. Mari kita lihat dulu tangga nada C mayor, karena paling mudah dimengerti dengan tuts piano putih semua. ini gambarnya.

Kita bisa melihat tidak ada tuts hitam yang ditekan. Lalu perhatikan di bagian bawah ada 1 dan 1/2, itu adalah jarak langkah antar not, misalnya jarak C ke D adalah 1 langkah, dan jarak E ke F adalah 1/2 langkah.

Rumus 1-1-1/2-1-1-1-1/2 adalah rumus pasti tangga nada mayor. Sehingga untuk membuat tangga nada D Mayor, kita juga menggunakan rumus jarak terseut, berikut contohnya.

Nah kali ini tangga nada mayor ada nada yang menggunakan accidentals, itu dikarenakan untuk mengikuti rumus 1-1-1/2-1-1-1-1/2, mau tidak mau ada nada yang dirubah. Perhatikan, jarak nada E dan F adalah 1/2, jadi supaya jaraknya menjadi 1 langkah F harus dinaikkan setengah, jadi F#. Begitu pula dengan jarak B ke C adalah 1/2, sehingga pada tangga nada D ini untuk mengikuti rumus, C harus dinaikkan setengah menjadi C#.

Berikut contoh tangga nada lainnya, yaitu F Mayor.

Cobalah memainkan masing-masing tangga nada pada instrumen anda.

Untuk melihat berapa jumlah accidental pada tangga nada A, F#, dan lainnya, lihatlah circle of fifth.

Categories: Teori Musik

Inversi Triad

January 6th, 2010 No comments

Seperti yang sudah kita pelajari pada pelajaran interval, kord triad juga bisa diinversikan. Untuk kord triad, dengan 3 nada di dalamnya, kemungkinan untuk inversi adalah sebagai berikut:

  • Root position, dengan root di paling bawah
  • First inversion, dengan 3rd di bawah
  • Second inversion, dengan 5th di bawah

Berikut notasinya.

Salah satu kegunaan inversi untuk pemain piano adalah untuk memudahkan penjarian saat bermain kord. Selain itu, inversi yang berbda akan menghasilkan kualitas suara yang berbeda, buktikan sendiri dengan memainkan di piano.

Categories: Teori Musik

Triad Chord / Akord Trinada

January 6th, 2010 No comments

Sekarang saatnya kita masuk ke kord. Anda bisa memainkan interval tidak hanya secara individu, melainkan juga secara dikombinasikan. Contohnya dengan menumpuk dua interval 3rd, kita akan membentuk kord trinada atau bahasa internasionalnya triad chord. Ada 4 macam kombinasi yang bisa kita buat, yang membentuk 4 kord triad yang berbeda. Keempat kombinasi tersebut adalah:

  • Interval major 3rd dengan minor 3rd di atasnya akan membentuk major triad
  • Interval minor 3rd dengan major 3rd di atasnya akan membentuk minor triad
  • Interval minor 3rd dengan minor 3rd di atasnya akan membentuk diminished triad
  • Interval major 3rd dengan major 3rd di atasnya akan membentuk augmented triad

Berikut ini notasinya.

Perhatikan interval yang membentuk masing-masing triad. Coba lihat contoh lainnya di bawah ini, dapatkah anda menyebutkan 3 kord triad yang ada selain E augmented?

Cobalah bunyikan kord triad di piano atau keyboard.

Categories: Teori Musik

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.