Mengenal Gamelan

Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17.708 pulau. Di pulau-pulau tersebut tersebar 237 juta penduduk Indonesia sehingga Indonesia menjadi Negara dengan populasi terbanyak keempat didunia. Berbagai etnik, budaya, bahasa dan kepercayaan tumbuh dan berkembang di Indonesia. Walaupun terdapat keberagaman bahasa, semua suku dipersatukan oleh Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia.

Setiap daerah memiliki music dan tradisinya masing-masing. Gamelan adalah salah satu alat musik yang paling populer dan dikagumi oleh warga internasional. Gamelan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu Gamelan Jawa, Gamelan Bali dan Gamelan Sunda. Masing-masing jenis berkembang pada daerah nya maisng-masing. Gamelan sering digunakan sebagai music pengiring pada kesenian tradisional wayang kulit, wayang orang dan berbagai ritul. Dalam adat Jawa, Gamelan juga digunakan dalam ritual “temu manten”, sebuah ritual untuk mempertemukan kedua calon pengantin. Di Bali, Gamelan Bali digunakan dalam berbagai upacara ritual Bali seperti “Potong Gigi”, sebuah upacara yang menandakan seorang anak sudah memasuki masa remaja. Namun dalam perkembangannya, penggunaan Gamelan semakin luas dalam berbagai kesenian. Gamelan sering dipadukan dengan puisi dan tarian.

Pada mitologi Jawa, Gamelan diciptakan oleh Dewa yang menjelmah menjadi manusia,  Shivam Malholtra di era Saka 167. Kerajaan nya berdiri di pegunungan Maendra,yang sekarang di kenal dengan Gunung Lwu. Saat itu,ia memerlukan signal untuk berhubungan dengan Dewa yang lain. Maka dibuatlah Gong. Untuk pesan signal yang lebih kompleks, maka Ia memerlukan dua gong lain yaitu kempul dan siyem, yang nanti nya membentuk Gamelan.
Kata “gamelan” berasal dari kata “gamel” yang berarti memukul. Maka Gamelan diartikan sebagai sekelompok instrument music yang dimainkan secara terpadu dalam sebuah kelompok. Mayoritas alat music dalam kelompok Gamelan dimainkan dengan cara dipukul. Beberapa alat music dalam Gamelan yang tidak dibunyikan dengan cara dipukul adalah Suling, Rebab dan Celempung. Suling dibunyikan dengan cara ditiup sedangkan Rebab dan celempung dibunyikan dengan cara di petik. Gamelan terdiri dari banyak alat musik, seperti, Kempul, Gong, Siyem, Bonang, Suling, Kempyang, kethuk, Kenong, Sarong, Slenthem, Celempung, Kendhang, Rebab, Gender, Gambang. Ada dua system tuning untuk Gamelan yaitu Slendro dan Pelog. Sebuah alat music di dalam kelompok umumnya memiliki 2 buah alat music sehingga satu di tuning berdasakan Selendro dan yang lain berdasarkan Pelog.

Dalam kepercayaan tradisonal, Gamelan dianggap suci dan dipercaya memiliki kekuatan supranatural. setiap instrument yang menjadi bagian Gamelan dipercaya memiliki roh, maka seriap musisi harus bermain gamelan tanpa alas kaki karena akan mengganggu roh. Melangkahi alat music Gamelan adalah hal yang dilarang keras. Dalam kepercayaan Jawa, Gong Ageng dipercaya sebagai pusat roh dalam Gamelan tersebut.

This entry was posted in Nasional and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

2 Comments

  1. Posted March 9, 2010 at 3:21 pm | Permalink

    nice blog man. sumpah. saya RSS ah.

  2. Posted March 11, 2010 at 9:52 pm | Permalink

    haha, thank u!

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Website Vokal Plus

  • Tweets

  • Advertisement

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.