Kata-Kata Jujur Seorang Musisi Jazz
Yang akan anda baca berikut ini adalah beberapa tweet musisi/bassist jazz handal Indonesia Barry Likumahuwa. Isinya sangat berkesan bagi saya karena apa yang Barry tulis sering kali terlintas juga di pikiran saya. Tentang jazz di Indonesia, dan bagaimana berkarir di jazz adalah pilihan yang berat. Selamat membaca.
@BarryLikumahuwa
Banyak anggapan di Indonesia, Jazz itu musik org kaya atau kelas atas, I totally disagree.. Jazz kl di sejarah lahir dr tangisan budak2..
Indonesia menciptakan trend ky gt, sperti skrg dmn musik jazz seolah2 adalah ‘musik gaul’, bnyk org mendadak ngejazz, which is good!
At least org2 yg tdnya anti sm jazz, wants to check it out, just for the sake of being gaul. Tp pasti mrk tertarik utk mencari tau lebih dlm
Mereka yg tdnya cm tau Jamiroquai, mungkin mulai penasaran sm Roy Hargrove, pengen tau Joshua Redman, nyari2 album “Bitches Brew” Miles..
Mereka yg cuma tau Jamie Cullum, mulai ngelirik Harry Connick Jr., pgn tau Tony Bennett. Dan penasaran sm Louis Armstrong.
As for musicians,we’re lucky! Gig mulai bnyak,event2 jazz dadakan dan musiman bermunculan, walaupun kdg yg dipasang namanya bkn yg main jazz
Ironis sih jdnya,cm mau gmn lg? Mrk yg ngga struggle memperjuangkan Jazz tp menjd representatif musik tersbt, brmodalkan porkpie hats & vest
Sementara musisi jazz dr jaman bokap gw dulu hidup dan kadang meninggal dlm keprihatinan, bgitu jg dgn generasi jazz baru,we fight everyday
Sumtimes we have to find out how to go thru the week with only half a million in the pocket,when u got bills to pay,& tummies to fiill
Sumtimes we have to choose,beli senar/stick baru,beli bensin,reparasi kulkas,byr kontrakan or as simple as what to eat.
But u know what? That’s the art of Jazz, art of struggle, how to get over with ur sorrows & sadness, and transform it to a simple blues.
The art of smiling thru the bars of “all the things u are”, when u don’t know how to go home if they don’t pay u right after the gig..
Jd buat gw,musik jazz akan ttp jd musiknya org susah, Coz u wouldn’t have the blues if u got an Alphard waitin for u in the parking lot.
U wouldn’t be able to sing “God bless the child” with SOUL when don’t hv to worry coz u know u got bread served on ur table everyday.
— end tweet


Itu sebenernya penyebap kenapa java jazz itu selalu kayak sarden sedangkan jak jazz lebih sepi.
They don’t get it.
tapi kita yg ngerti jazz dan bisa menikmatinya harusnya membuktikan identitas jazz yg sebenarnya kapada masyarakat.malu dong kalo di indonesia ada ‘penikmat jazz abal’
manteb… like this posting mas… nyentuh.. maknyuzzzzz.
Terima kasih atas tulisannya!
semoga bisa menjadi pembelajaran bagi pihak-pihak yang terkait dengandunia jazz di Indonesia! (^_^)v
asik ilmu lagi huahaha dan dicoba di pelajari dengan keras “soulnya” thankssss om hehehehehe masih banyak yg kurang ngerti nih masih cupu -__-