Free Jazz Dan Avant Garde

Musik free jazz adalah perubahan dari musik jazz yang memiliki karakter yang compulsif. Berkembang pada tahun 1950-an sampai tahun1960an, pionernya adalah Ornette Coleman, Eric Dolphy, Cecil Taylor, Albert Ayler, Archie Shepp, Bill Dixon, Paul Bley, dan yang paling terkenal adalah hasil kerja John Coltrane diakhir hidupnya. Musisi pada era free jazz adalah Peter Brötzmann, Ken Vandermark, William Parker, John Zorn, George Lewis (Pemain Trombon) dan Derek Bailey (yang membuat gaya ini bertahan sampai sekarang). Ornette Coleman adalah musisi yang paling terkenal di era ini pada akhir tahun 1950-an, seperti album Something Else dan The Shape of Jazz to Come. Avant-Garde disebut juga dengan Free Jazz karena album yang dibuat Coleman pada tahun 1960 dengan judul A Collective Improvisation. Sebenarnya A Collective Improvisation hanya dimaksudkan sebagai nama album, tapi akhirnya menjadi sinonim gaya musik Jazz (yang sekarang dikenal sebagai gerakan dan style
jazz). Pada tahun 1960 musik jazz seringkali disebut dengan “Energy Music” atau “The New Thing”. Ini yang menjadi awal tonggak lahirnya gaya free jazz, dua lagu dari pianist Lennie Tristano (“Digression” dan “Intuition”) direkam tahun 1949; tapi kedua album tersebut tidak membatasi melody, harmony, dan rhythm. Kedua album tersebut sangat tidak menjaga harmoni konsonan, tetapi kedua album tersebut menganut aliran free jazz. Album dari Charles Mingus (Pithecanthropus Erectus, The Clown, dan Tijuana Moods) juga berpengaruh dalah perkembangnya free jazz.

Tidak ada definisi yang pasti untuk istilah free jazz karena banyak musisi yang memakai gaya Free jazz dengan istilah yang berbeda-beda atau kadang-kadang dicampur dengan genre lain. Dalam free jazz musisi sering tampil melebar dari konsep Free jazz karena kemampuan berimprovisasi secara bebas. Menurut pandangan orang banyak umumnya free jazz adalah musik yang cukup berisik, aggresiv, tidak harmoni dan umumnya penuh suara kemarahan dan kedahsyatan. Free jazz paling mudah dimainkan dibandingkan bentuk jazz yang lainnya, seperti gaya ragtime, dixieland, swing, bebop, cool jazz, jazz fusion dan masih banyak gaya yang lain. Musik Free jazz pada umumnya sering menahan dan mengayun tanpa aturan, dan sering menggunakan accelerando dan ritardando, sehingga bentuk rhythmnya seperti gelombang.

Musik Avant-garde jazz (avant-jazz) adalah gaya musik dan improvisasi yang mengkombinasiksn elemen dari musik avant-garde art dan musik tradisional jazz Avant yang bertumpang tindih dengan free jazz. Perbedaannya adalah pada penampilannya ada kehangatan. free” jazz pada tahun awal 1960-an tepatnya pada tahun 1958 dikenal melalui permainan saxophon Ornette Coleman. Tahun 1960 Ornette Coleman membuat¬† album “Free Jazz” bersama dobel quartet. Sekarang gaya Avant garde dapat dinikmati melalui pemainan saxophon Steve Coleman dan David S. Ware.

This entry was posted in Sejarah Musik and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

2 Comments

  1. Lila
    Posted April 16, 2010 at 8:11 pm | Permalink

    soo helping…

    artikelnya sangat membantu tapi sebenarnya saya masih bingung??
    jadi musik avant garde dan free jazz itu sama??
    bagaimana dengan penemunya atau orang yang memainkan dan memperkenalkan kedua jenis musik tersebut, sama atau tidak?

    terima kasih banyak yahh

  2. Posted January 21, 2011 at 4:33 am | Permalink

    Blithesome Additional Year, harry! :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Website Vokal Plus

  • Tweets

  • Advertisement

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.