Intrumen Dalam Jazz – Drums

max_roach3

Tulisan dari tahun 2002 [warungmusik]

Jazz is partly an ensemble art. Soloist dan rhythm section membentuk suatu ensemble, yang mencoba untuk bermain dalam satu kesatuan. Rhythm section biasanya terdiri dari bass, drums, dan instrumen yang memainkan chord, seperti piano atau guitar. (kadang2, organ dapat menggantikan kedudukan bass dan instrumen chord, karena organ dapat memainkan bass lines dengan pedal kaki).

Untuk penggunaan jazz drumkit, contra bass, dan piano, setahu saya itu adalah perkembangan fungsi instrumen dari tahun 30an dan 40an, dan pada tahun 60an muncul inovasi-inovasi baru dalam peran instrumen, sehingga “aturan” yang tak tertulis itupun tidak terjaga begitu selamanya. Saya pernah mendengar rekaman mainstream seperti rekaman dari Sonny rollins yang pemain bass-nya memainkan electric bass (maaf saya lupa judul albumnya). Walau saya pribadi sangat lebih menyukai bunyi-bunyian akustik untuk musik swing dan brazillian, lebih alami dan orisinil.

Mengenai drums, saya sendiri bukan pemain drum tapi saya akan tulis tentang apa yang saya ketahui tentang peran drums, dan setting yang standar untuk jazz. Seorang drummer menggunakan tangan kanannya untuk memainkan rhythm yang menyediakan pulse dan swing feeling pada ride cymbal. Rhythm tersebut disebut dengan ride rhythms. Sementara tangan kirinya bebas untuk memberi accent dan memberi warna dengan menggunakan snare drum, biasanya hal ini disebut fills. Lalu crash cymbal biasanya dipukul menggunakan tangan kanan. Biasanya crash cymbal dipilih berdasarkan tone color-nya dan seberapa cepat suaranya menghilang setelah dipukul. Sementara ride cymbal dipilih berdasarkan juga tone color dan kualitas dari suara “ping” yang dihasilkan. juga untuk pemberian
accent dan pewarnaan, bisa menggunakan small tom tom, dan large tom tom (floor).

Untuk menegaskan swing feeling yang dihasilkan pemain bass yang meng-emphasis pada beat dua dan empat, pemain drum menggunakan hi hat (sock cymbal), menginjaknya pada beat dua dan empat. (lain halnya dengan lagu-lagu yang memiliki odd time signature). untuk penggunaan bass drum, kadang pemain drum memainkan nya secara ringan pada keempat beat setiap bar-nya, dan juga digunakan untuk accent.

Drumset, yang standar, bass drum, snare drum, hi hat, small tom tom, large tom tom, ride cymbal, dan
crash cymbal. Namun banyak drummer yang membawa tambahan seperti extra cymbal, tom tom, bahkan alat-alat perkusi amerika latin (biasanya disebut toys). Setiap drummer memiliki sound masing-masing, dan tak ada dua drummer yang terdengar sama. tentang perbedaan settingan drummer, saya rasa wajar2 saja mengingat pernyataan diatas.

Banyak orang beranggapan bahwa drum hanya berperan sebagai timekeeper dalam sebuah band,  memang untuk sebagian band bisa dianggap betul. namun melalui sejarahnya, drum memberikan bunyi-bunyian, dan rhythm yang membuat musik lebih menarik. dengan kata lain, drummer berperan sebagai colorist. lagipula seharusnya setiap pemain instrumen apapun sudah bisa menjaga timenya masing-masing.

by
Indra Aziz

This entry was posted in Jazz, Tulisan and tagged , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Website Vokal Plus

  • Tweets

  • Advertisement

Social Widgets powered by AB-WebLog.com.