Wah Ramai Sekali!
Hari ini adalah hari ketiga dari Java Jazz Festival, dan hari ini performance terakhir saya bersama Humania dalam event tsb. Pengalaman yang sungguh menyenangkan, walau sangat menguras energi tetapi saya tidak keberatan toh hanya setahun sekali.
Java Jazz tahun ini terasa lebih ramai dari tahun sebelumnya. Saya tidak tahu kira-kira jumlah orang yang hadir dalam acara ini, tetapi saya cukup yakin jumlahnya naik dari tahun lalu, walau dengan harga tiket yang cukup mahal. Banyak yang menganggap Java Jazz tahun ini lebih besar porsi fokusnya ke Jason Mraz. Memang benar, saya dengar dari beberapa orang bahwa jauh sebelum hari H tiket special show Jason Mraz sudah habis terjual.
Hal lain yang merupakan faktor penting adalah lepasnya Java Jazz dari sponsor utama produk rokok. Dengan begitu market Java Jazz telah melebar ke kalangan demografi yang lebih muda. Ada lounge sendiri untuk produk rokok, tetapi lokasinya di luar gedung utama JCC dan khusus diperuntukkan bagi yang berusia 18+ saja.
Dari kacamata saya sebagai musisi, Java Jazz adalah bagi seorang pemilik toko komputer sebuah pameran komputer di JCC. Tempat untuk showcase produk kita ke khalayak ramai. Tetapi tentu pengalaman ini lebih personal dari itu karena yang kita showcase adalah karya dan ekspresi kita.
Hari pertama, saya tampil bersama tiga grup yang berbeda, dengan selang waktu ke masing-masing show selama 2 jam. Insya Allah saya akan upload beberapa rekaman videonya ke youtube. Jadi saya hari itu tidak sempat menikmati show apa-apa karena jadwal yang cukup padat dan kelelahan. Waktu jeda saya pergunakan untuk berganti pakaian, karena saya tidak ingin terlihat sama di setiap kali di atas panggung sebagai frontman. Satu kali saya harus kembali ke mobil di parkiran untuk mengambil jas untuk tampil bersama Humania, dan itu cukup memakan tenaga.
Saya senang sekali di hari pertama Souleh & Soulehah akhirnya tampil kembali setelah lama absen karena kesibukan Jmono di band Alexa. Ada pengalaman lucu saat tampil bersama Souleh & Soulehah, bass drum Rayen jebol di tengah show, akhirnya untuk beberapa menit saya showcase beatbox, dan Rayen berganti drumset elektronik, penonton yang hadir sangat terhibur dengan kejadian ini, dan saya bukannya sebal malah senang sekali karena menjadikan show kita semakin seru.
Hari kedua saya tampil bersama Barry Likumahua Project, dengan penonton dari kalangan muda yang sangat antusias. Barry adalah seorang musisi yang tidak hanya handal dalam bermain bass, tetapi juga seorang showman yang sangat canggih. Salut untuk Barry dan kawan-kawan. Saya sempat kebingungan saat mengetahui bahwa jam tampil Barry adalah jam 6.15 pm. Saya berpikir, bagaimana saya mau ibadah sholat maghrib? (Saya tadinya berpikir Java Jazz ada break maghrib ternyata tidak) karena durasi show adalah satu jam. Untungnya di lokasi ada backstage dan ruang storage untuk peralatan akhirnya saya sempatkan sholat di situ. Setelah itu saya dan istri sempat melihat show Glenn Fredly tribute to Chrisye, sangat bagus! lalu Laura Fygi, dan terakhir melihat Roy Ayers yang sangat menghibur.
Dan sampailah saya di hari ini, hari terakhir. Tadi pagi sempat datang ke undangan kedutaan Amerika untuk meet n greet dengan grup musik yang mereka bawa ke Indonesia, The Student Loan, pengusung bluegrass muda dari Oregon. Dan sekarang saya sedang duduk di Plaza Senayan menunggu jam 3 sore untuk datang ke Java Jazz untuk melihat Tony Monaco. Dan nanti jam 9 pm saya tampil lagi dengan Humania. Sampai bertemu di sana!

