Home > Internet dan Gadget, Tulisan > Makhluk Kloning Di Dunia Maya

Makhluk Kloning Di Dunia Maya

December 30th, 2008
puppet

puppet

Saat ini, dunia internet kita telah memasuki apa yang saya ingin sebut sebagai era facebook dan blackberry. Di mana user internet di Indonesia maupun di luar negeri tidaklah lagi di dominasi satu golongan tertentu melainkan semakin luas demografinya.

Saya masih ingat dulu, saat internet pertama kali populer, saya harus pergi ke kantor pos yang berada di fatmawati dan membayar Rp 18,000,- untuk menyewa komputer dan internet selama satu jam saja. Untuk online perlu waktu dial sambungan dengan suara-suara robot, dan saat online, kecepatannya menyedihkan dibanding sekarang. Chatting cukup populer saat itu, dengan irc bisa mendapat teman baru hehe. Kebetulan saja karena dulu itu saya masih kuliah di desain, saya cukup aktif surfing di web untuk mencari inspirasi, khususnya yang menarik bagi saya adalah forum dan yahoogroups pada saat itu.

Bagi seseorang yang baru menemukan dunia internet dengan kemampuannya untuk menjadi anonim, godaan untuk menyamar menjadi orang lain sangatlah besar. Memang, menjadi anonim itu hal biasa sekali dalam berinteraksi online, tetapi bukan berarti punya multiple identity, sehingga dalam mengemukakan pendapat dan opini, identitas online utamanya tetap “bersih” atau dengan kata lain orang di balik user ini takut untuk beropini di ruang publik. Mungkin ia takut tidak mendapat approval dari pembacanya. Hal ini sudah sering sekali saya jumpai di berbagai situs terutama di forum. Biasanya mereka ini adalah user yang disebut “kloningan.”

Selama saya bermain-main di forum kaskus, kafegaul, webgaul, freakschool, dan sebagainya, menemukan kloningan adalah hal yang agak wajar, ya, okelah saya masih bisa mengerti. Tetapi ketika kloningan saya temukan dalam situs social networking seperti friendster, myspace, atau facebook, saya jadi takut, ini orang jangan-jangan punya masalah kejiwaan.

Tunggu, jangan bingung dulu, yang saya maksud adalah, ketika seseorang membuatĀ  karakter khayalan, misalnya seorang laki-laki membuat profil seorang wanita yang ia idamkan, dengan segala atributnya, dia menulis bio palsu, dan sebagainya, dan akhirnya saling bertukar testimonial, comments, dan wall post dengan karakter ciptaannya itu. Dan seakan hal ini belum cukup aneh, dia membuat beberapa karakter lainnya, dan menulis di wall karakter palsunya itu. Tidak hanya itu dia membuat karakter-karakter palsu lainnya dengan cukup detil sehingga seakan karakter satu dan lainnya punya hubungan secara nyata. Ah… mengerikan, atau, menyedihkan.

Coba anda perhatikan friends list anda, jangan-jangan ada makhluk kloningan ini, cirinya mudah saja, pertama, anda tidak kenal, kedua, profilnya super misterius, ketiga, anda lihat foto yang dipasang adalah foto model atau foto yang tidak jelas asal-usulnya, keempat, profilnya keren, tempat tinggal di kota mana yang keren, buku favorit yang keren, seakan ini tokoh dari komik, dan berbagai ciri lainnya yang membuat kita curiga jika memperhatikannya.

Yah begitulah realitanya, di era facebook dan blackberry, masih saja ada kloningan di dalam situs social networking. Saya doakan saja para kloningan tersebut bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka dan suatu saat nanti mempunyai keberanian untuk beropini dengan wajah asli mereka (karena toh IP address mereka tetap bisa di-trace kok.) Karena dunia internet juga punya tata krama dan sopan santun.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.